Kongres Rusun II Diundur Hingga Waktu yang Akan Ditentukan Kemudian

Kepada Bapak, Ibu dan Saudara yang Terhormat,

Dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami dari Panja Kongres Rusun II memutuskan untuk memundurkan jadwal acara Kongres Rusun II hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.

Salam,

Panja Kongres Rusun II
Panja Kongres KAPPRI

Pesan untuk Terus Berjuang dari Ketua KAPPRI (Ditulis Tanggal 23 Juni 2016)

Pak Krismanto - Ketua KAPPRI

Jakarta, 23 Juni 2016

“MARI AKTIF BERJUANG MEREBUT HAK KITA. BAWA TEMAN LAIN IKUT AKTIF”

Para pencari keadilan di Rusun yang terhormat,

Semoga Hari Anda Baik.

KAPPRI didirikan atas dasar adanya Penyelewengan Hukum yang luas dilakukan oleh pelaku pembangunan Rusun yang nakal yang merugikan para pembeli.

KAPPRI dibentuk Untuk Tujuan menerapkan UU 20 tahun 2011 tentang Rusun secara  murni dan konsekuen, dimana hak-hak pembeli dijamin tetapi oleh pelaku pembangunan yang nakal Hukum ini dihindari, diplesetkan dan lain-lain.

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KAPPRI berbunyi bahwa KAPPRI dibentuk untuk menjadi media:
1. Diskusi tentang aturan Hukum dan Undang-Undang yang berkaitan dengan Rumah Susun.
2. Menyamakan persepsi, pendapat, pemahaman, langkah perjuangan, agar terjadi kesamaan langkah dalam masing-masing berjuang menuju keberhasilan. Ini didasarkan anggapan bahwa kalau kita BERSATU tidak mudah dikalahkan.
3. Diskusi dalam menelaah Hukum mana yang diselewengkan dan dipakai senjata buat mengerjain kita.
Contohnya Penyelewengan Hukum pada Bab
a. Pelaku pembangunan yang wajib melakukan memfasilitasi pembentukan PPPSRS, yang tidak dijalankan.
b. Bolehnya  penggunaan Surat Kuasa dalam memberikan hak suara, yang melawan Undang-Undang pemilihan.
c. Tentang hak suara milik para pembeli yang diberikan kepada yang tidak berhak dengan Surat kuasa.
d. Penambahan kata “terutama” pada Pasal 74 ayat (1) UU no 20 tahun 2011 yang berakibat para pembeli mati suri.
e. Dan ini kemudian dimasukkan dalam AD ART yang disahkan Pemda DKI.
f. Pengembang selalu mendorong penerapan NPP dalam hak suara yang jelas menyalahi Hukum.
4. Haruslah dipahami oleh para pejuang hak bahwa,
a. KAPPRI bukan tempat para korban mengadu tentang Pemutusan listrik/air dan lain lain lalu minta KAPPRI yang  menyelesaikan.
b. KAPPRI bukan tempat mengadukan Kriminalisasi dan langsung KAPPRI yang menyelesaikan.
c. KAPPRI bukan  tempat orang bisa menyerahkan kesulitannya, lalu menunggu hasilnya tanpa aktif berjuang, dan  bisa Istirahat. KAPPRI adalah tempat kita sharing/berbagi pendapat, memperkuat motivasi berjuang, menemukan teman untuk bersama berjuang. Saling menginspirasi, saling menyemangati.

Para pejuang harus  aktif untuk menyatukan diri, menyamakan persepsi, dan langkah perjuangan, mengejar hak yang seharusnya dimiliki, tetapi dirampas orang lain.

KAPPRI hanya memberikan penjelasan aturan Hukum, memberi inspirasi, motivasi, empowerment, advokasi dan cara pembentukan  Panmus, PPPSRS, Badan pengelola dan sebagainya.

Yang sekarang dirasakan adalah para pemilik Rusun yang haknya dirampas, kurang BERSATU, kurang kompak. Yang mau aktif hanya sebagian kecil, yang lain banyak waktunya hanya dipakai berdebat di WA (Whatsapp) dengan teman sendiri, bahkan sering berbeda pendapat.

Sangat sedikit yang mau hadir dalam tiap kegiatan perjuangan. KAPPRI sekarang banyak “bergitar” di ranah Hukum di Pengadilan.
Banyak alasan dikatakan para pemilik Seperti “…sibuk tak ada waktu TAPI saya setuju…”, “… saya support TAPI saya tak bisa aktif”, dan akhirnya menyerahkan urusannya kepada sebagian kecil teman yang aktif, sambil menunggu hasil, bahkan tidak kurang yang malah menagih hasil perjuangan.

Yang kami harapkan kalau lagi sibuk bisa tidak ikut, tetapi ya jangan bilang sibuk terus dan tak pernah nongol/hadir, TAPI di WA sangat kencang suaranya. Malah menyalahkan langkah yang diambil teman lain TAPI sendirinya tak pernah mengambil langkah apapun.
KAPPRI sangat menghargai dan kagum kepada para aktifis pejuang  Rusun yang selama ini telah berupaya dengan banyak cara, meski hasilnya belum banyak. Telah nyata bahwa di Kawasan yang telah berhasil banyak unsur positif didapat, seperti IPL yang kita tentukan sendiri, laporan penggunaan uang yang rutin ADA (tersedia), adanya saldo uang milik warga, adanya sinking fund yang utuh TIDAK TERPAKAI.

Kepada yang belum aktif kami HIMBAU  bahwa anda perlu berjuang demi hak Anda.
Kalau Anda biarkan, masalah Anda akan anda wariskan ke KETURUNAN Anda.
Kami yakin Anda Tidak setuju yang demikian.

Yang menyakitkan, apakah ini suara para korban atau suara pesanan establishment dalam perkara Rusun ” Ikut KAPPRI gak Ada gunanya, dia tidak berbuat apa-apa, hanya omong” Kami yakin ” Kalau tak ada yang omong/membicarakan, perkara Rusun ini tak ada yang akan mendengar dan peduli”.

Kami Himbau disini
“Berjuang itu berkorban. Tak Ada perjuangan tanpa korban. Kalau bukan kita sendiri, siapa yang akan berkorban buat kita. Kalau bukan kita siapa yang kita harap berjuang buat anak kita”.
Selamat berjuang, kebenaran ada di pihak kita. BERJUANG ITU BERGERAK BERSAMA DALAM SATU BARISAN, SERENTAK DI BANYAK KAWASAN, TANPA LELAH DAN TANPA TAWAR HATI SAMPAI BERHASIL.

Salam.

Krismanto P.

Catatan: Artikel ini adalah tulisan Almarhum Bpk. Krismanto Prawirosumarto yang ditulis pada tanggal 23 Juni 2016 untuk memberi semangat kepada para Pejuang Rumah Susun untuk membela hak-haknya.  

Logo-KAPPRI

Turut Berduka Cita atas Berpulangnya Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa: BRIGJEN TNI (PURN) Dr. KRISMANTO PRAWIROSUMARTO Ketua Umum KAPPRI

Kami, Keluarga Besar Kesatuan Aksi Pemilik dan Penghuni Rumah Susun Indonesia (KAPPRI), Turut Berduka Cita atas Berpulangnya Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa:

BRIGJEN TNI (PURN) Dr. KRISMANTO PRAWIROSUMARTO
Ketua Umum KAPPRI

Pada hari Senin, 4 Juli 2016 pukul 06.15 di ruang ICU RSPAD Gatot Subroto Pavilion Kartika.

Saat ini disemayamkan di rumah duka Heaven Slipi Dharmais ruang B-C , Jakarta Barat dan akan dimakamkan padah hari Selasa, 5 Juli 2016 pukul 10:00 pagi di Pemakaman Umum Pondok Rangon , Jakarta Timur

SCHEDULE:

4 Juli 2016 jam 19.00 :
– Kebaktian penghiburan

5 Juli 2016
– Pukul 09.00 : Kebaktian Tutup Peti
– Pukul 10.00  : Pelepasan Jenazah Upacara Secara Militer

KELUARGA BESAR
KESATUAN AKSI PEMILIK DAN PENGHUNI RUMAH SUSUN INDONESIA (KAPPRI)

http://www.kappri.org

HAK JAWAB SDRI. YVONNE RUSDI (PENGGUGAT KONVENSI) ATAS PEMBERITAAN DI BEBERAPA MEDIA MASSA TERKAIT PUTUSAN PERKARA NOMOR: 647/PDT.G/2015/PN.JKT.SEL

Menanggapi pemberitaan di beberapa media massa terkait putusan perkara Nomor: 647/Pdt.G/2015/PN.Jkt.Sel , saya selaku Penggugat dalam perkara a quo belum pernah sama sekali diminta keterangan oleh pihak pers, sehingga pemberitaan yang ada di media-media massa tersebut adalah pemberitaan yang tidak berimbang karena hanya mendengar keterangan dari pihak Pengelola Apartement Bellezza saja melalui kuasa hukumnya Tergugat saja. Oleh karena itu melalui tulisan ini, saya mengajukan klarifikasi sebagai bentuk hak jawab saya sebagai berikut:

  1. Bahwa saya selaku Penggugat telah mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Building Management The Bellezza Apartement (Tergugat), dimana dalam posita gugatan saya mendalilkan bahwa sejak bulan Desember 2014, TERGUGAT telah memutus aliran listrik, aliran air dan akses masuk lift pribadi pada unit Apartemen milik PENGGUGAT, dan atas perbuatanTERGUGAT tersebut, PENGGUGAT telah berkali-kali meminta konfirmasi dan penjelasan dari TERGUGAT tentang pemutusan aliran listrik dan aliran air, namun TERGUGAT tidak pernah menanggapi dan selalu menghindar tanpa memberikan penjelasan apapun kepada PENGGUGAT, sehingga dengan sangat terpaksa PENGGUGAT dan anak-anak PENGGUGAT pada akhirnya keluar dari unit Apartment karena tidak ada aliran listrik dan aliran air di dalam unit Apartement PENGGUGAT, padahal pada saat itu anak PENGGUGAT sedang menghadapi ujian pada tanggal 08 Desember 2014;
  2. Bahwa dalam petitum gugatan saya Penggugat memohon kepada majelis hakim yang pada pokoknya meminta agar menyatakan secara hukum TERGUGAT bersalah melakukan Perbuatan Melawan Hukum, meminta ganti kerugian atas Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan Tergugat, dan memerintahkan kepada TERGUGAT untuk memberikan akses masuk lift pribadi, menyambung aliran listrik dan aliran air di unit Apartement Bellezza milik PENGGUGAT kepada PENGGUGAT dan anak-anak PENGGUGAT tanpa ketentuan dan syarat apapun;
  3. Bahwa selanjutnya perkara Nomor: 647/Pdt.G/2015/PN.Jkt.Sel telah diputus oleh majelis hakim pada hari Rabu tanggal 15 Juni 2016, dengan amar putusan sebagai berikut:

DALAM KONVENSI:

  • Mengabulkan Gugatan PENGGUGAT Konvensi sebagian;
  • Menyatakan Tergugat Konvensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum;
  • Menghukum Tergugat Konvensi untuk membuka akses lift pribadi Penggugat Konvensi;
  • Menghukum Tergugat untuk membayar kerugian sebesar Rp 43.552.762,011 kepada Penggugat Konvensi
  • Menyatakan menolak gugatan Penggugat Konvensi selain dan selebihnya.

 

DALAM REKONVENSI:

  • Mengabulkan Gugatan Penggugat Rekonvensi sebagian;
  • Menyatakan Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi melakukan wanprestasi (ingkar janji) terhadap Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi;
  • Menghukum Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi membayar tunggakan pembayaran Service Charge/Iuran Pengelolaan Lingkungan sebesar Rp 30.121.840,00 ditambah denda sebesar Rp 13.430.922,011 sama dengan Rp 43.552.762,011 kepada Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi;
  • Menolak gugatan rekonvensi selain dan selebihnya;

 

  1. Bahwa berdasarkan amar putusan sebagaimana tersebut di atas, maka segala bentuk pemberitaan yang menyatakan bahwa majelis hakim menolak gugatan saya Penggugat Konvensi adalah pemberitaan yang tidak benar sama sekali karena gugatan saya dikabulkan sebagian oleh majelis hakim dan menyatakan Tergugat Konvensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum serta dihukum untuk membayar ganti kerugian sebesar Rp 43.552.762,011;
  2. Bahwa demikian juga Tergugat yang mengajukan gugatan Rekonvensi, juga diputus oleh majelis hakim dengan menyatakan mengabulkan gugatan Penggugat Rekonvensi sebagian dan menyatakan saya Penggugat Konvensi/Tergugat Rekonvensi melakukan wan prestasi dan ada kewajiban membayar tunggakan sebesar Rp 43.552.762,011 kepada Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi;
  3. Bahwa sampai dengan hak jawab ini saya buat, salinan putusan perkara a quo dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan masih dalam proses minutasi perkara, sehingga saya belum mengetahui secara pasti pertimbangan-pertimbangan yang dibuat oleh majelis hakim. Namun demikian, menurut saya terdapat beberapa kejanggalan terkait putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim perkara a quo antara lain:
  • Majelis hakim telah mencampuradukkan antara objek gugatan saya tentang Perbuatan Melawan Hukum dengan gugatan Rekonvensi dari Tergugat tentang Wanprestasi, yang mana konsep Perbuatan Melawan Hukum dan Wanprestasi adalah dua konsep yang sangat jauh berbeda;
  • Majelis hakim dalam Konvensi menyatakan Tergugat melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana dalil gugatan saya, yaitu karena telah memutus aliran listrik, aliran air dan akses masuk lift pribadi pada unit Apartemen milik PENGGUGAT, namun dalam Rekonvensi, Majelis hakim menyatakan saya telah wanprestasi (ingkar janji), serta dihukum untuk membayar tunggakan sebesar Rp 43.552.762,011. Kalau saya dikatakan melakukan wan prestasi, lalu pertanyaan besarnya adalah Perjanjian mana yang telah saya ingkari, perjanjian mana yang telah saya buat bersama-sama dengan Tergugat, atau jika memang dianggap ada suatu perjanjian, apakah perjanjian itu telah memenuhi rumusan Pasal 1320 KUH Perdata tentang syart sahnya perjanjian?
  • Majelis hakim beberapa kali menunda pembacaan putusan, yang mana awalnya diagendakan dibacakan pada hari Rabu tanggal 25 Mei 2016, lalu ditunda tanggal 8 Juni 2016 dan ditunda lagi sehingga putusan baru dibacakan pada tanggal 15 Juni 2016, artinya hamper memakan waktu selama 1 (satu) bulan untuk pembacaan putusan.

 

  1. Bahwa saat ini saya sedang mengajukan upaya hukum banding dan telah dibuat Akta Pernyataan Banding pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2016, namun memori banding belum bisa saya susun karena salinan putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan belum saya terima sehingga belum dapat mengetahuipertimbangan-pertimbangan hukum yang dibuat oleh majelis hakim perkara a quo sebagai bahan penyusunan memori banding saya.

Demikian hak jawab ini saya buat, semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya, dalam rangka meluruskan pemberitaan di media massa.

Jakarta, 23 Juni 2016

 

Yvonne Rusdi

Versi PDF silakan diunduh disini: Hak Jawab

Penundaan Kongres Penghuni Rumah Susun Indonesia II

Jakarta, 14 Juni 2016

Dengan hormat,

Berdasarkan keputusan Rapat Panitia Kongres II Penghuni Rusun hari ini, kongres  yang semula direncanakan dilaksanakan tanggal 22 Juni 2016 dikarenakan alasan yang penting, diundur menjadi tanggal 27 Juli 2016 (hari Rabu).

Selanjutnya akan dilakukan rapat-rapat oleh Panitia dan hasilnya akan selalu di up-date. Para calon peserta mohon selalu mengikuti perkembangan dan menginformasikan kepada warga yang lain.

Sebagai catatan, para pemilik yang berjuang demi tegaknya UU 20 tahun 2011 di Rumah Susun, diharapkan membuat tulisan, analisis atau tulisan apapun tentang kejadian di Rumah Susun  masing-masing untuk dijadikan kumpulan tulisan para pejuang dan diserahkan kepada Panitia Kongres paling lambat tanggal 15 Juli 2016.

Terima kasih,

Penanggung jawab

www.kappri.org

 

KONGRES II PENGHUNI RUMAH SUSUN INDONESIA

KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016_01KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016_02KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016_03KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016_04KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016_05KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016_06KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016_07KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016_08KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016_09KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016_10KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016_11KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016_12KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016_13

Untuk versi PDF silakan diunduh dengan klik/tap disini: KONGRES-RUSUN-INDONESIA-2016

Hadirilah Kongres Ke-II Pemilik dan Penghuni Rumah Susun Indonesia

PENGUMUMAN

Kongres Ke-II Pemilik dan Penghuni Rumah Susun Indonesia akan digelar pada:

Rabu, 22 Juni 2016 mulai jam 08:30 sampai selesai.

Tempat di Aula Gedung Cawang Kencana, Jl. Jend M. Soetoyo, Cililitan, Jakarta Timur, sebelah kanan Makodam Jaya.

Pendaftaran peserta via email tentaraprorakyat@yahoo.com atau liemsioklan@gmail.com atau krismantoprolaba@yahoo.co.id.

Dengan Pokok Bahasan yaitu “Permasalahan Rumah Susun Beserta Solusinya”

Jangan ketinggalan informasi. Dua pilihan, Datang di Kongres atau ketinggalan kereta.

Panitia

Referensi: Kongres Rusun I di (klik/tap disini) http://kongresrusun.wordpress.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 126 other followers