Monthly Archives: April 2015

Mahkamah Konstitusi: Dimajukannya Waktu Sidang Menjadi 30 April 2015 untuk Mendengarkan Keterangan Saksi Pemohon

Mohon kehadirannya pada Sidang Mahkamah Konstitusi pada tanggal 30 April 2015 untuk mendengarkan keterangan saksi pemohon seperti informasi dibawah ini:
Undangan MK 30 April 2015

Sengkarut Pengelolaan Apartemen Kalibata City (Koran Tempo)

 Sengkarut Pengelolaan Apartemen Kalibata City

JAKARTA – Komunitas Warga Kalibata City mengungkap kejanggalan dalam pengelolaan apartemen di kawasan Kalibata Jakarta Selatan Ternyata PT Prima Buana Internusa atau Inner City Management selaku pengelola Kalibata City tak memiliki izin pengelolaan kawasan kata Umi Hamik yang menjadi juru bicara warga lewat siaran pers kemarin Fakta ini terungkap saat persidangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kamis lalu Sidang itu berkaitan dengan pengaduan komunitas warga atas pengelola karena merasa dirugikan akibat.

Koran Tempo - Sengkarut Pengelolaan Apartemen Kalibata City - 29 April 2015

Sumber: http://koran.tempo.co/konten/2015/04/29/371577/Sengkarut-Pengelolaan-Apartemen-Kalibata-City

Digebuki Satpam Apartemen Cempaka Mas, Wartawan Lapor Polisi (Harian Terbit)

Jakarta, HanTer-Empat wartawan yang digebuki oleh petugas keamanan Apartemen Cempaka Mas, melaporkan aksi pemukulan tersebut kepada Polres Jakarta Pusat, Senin (27/4/2015). Keempatnya meminta polisi segera mengusut kasus yang mereka alami.BACA (Mau Meliput Demo, Empat Wartawan Digebuki Satpam Apartemen Cempaka Mas)

“Saat ini, kami di Polres Jakarta Pusat membuat laporan tindakan satpam Apartemen Cempaka Mas yang memukuli empat wartawan. Kami berharap kasus ini segera ditangani,” kata Kontributor MNC Grup, Rani Sanjaya, yang jadi korban pemukulan, Senin (27/4/2015).

Rani menyesalkan perlakuan kasar petugas keamanan apartemen Cempaka Mas tersebut kepada ia dan tiga rekannya. Seharusnya, ketika pekerja media ditolak untuk meliput acara demo di apartemen tersebut, petugas satpam bisa menyampikan secara baik-baik. “Sepatutnya wartawan kalau diberikan pengertian saja sudah cukup, kita pasti paham. Tapi jangan dipukuli seperti ini,” ujarnya.

Rani mengatakan, terdapat empat pekerja media yang diperlakukan tidak selayaknya. Paling parah yang mengalami luka dipukuli adalah Kurniawan dari Beritasatu.com dan dirinya. Sedangkan, Samarta dari SCTV, Muhammad Rizki dari MetroTV hanya mengalami luka ringan.

“Tugas kita hanya ingin meliput demo tarif listrik para penghuni di lantai lima apartemen tersebut. Tetapi mereka main tangan, bahkan komandan satpam menyuruh anak buahnya menyerang kami,” ujarnya.

Seperti diketahui, empat wartawan diperlakukan tidak sewajarnya bahkan dipukuli oleh satpam apartemen Cempaka Mas, Jakarta, Senin (27/4/2015) siang. Rani dari RCTI, Samarta dari SCTV, Muhammad Rizki dari Metro TV dan Robi Kurniawan wartawan Beritasatu.com dipukuli segerombolan satpam apartemen Cempaka Mas.

(Ind)

Sumber: http://megapolitan.harianterbit.com/megapol/2015/04/27/26630/29/18/Digebuki-Satpam-Apartemen-Cempaka-Mas-Wartawan-Lapor-Polisi

PWJ Minta Polisi Usut Tuntas Pemukulan Wartawan di Cempaka Mas (Metro.sindonews.com)

Selasa,  28 April 2015  −  00:57 WIB
PWJ Minta Polisi Usut Tuntas Pemukulan Wartawan di Cempaka Mas
PWJ meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pemukulan empat wartawan yang dilakukan Satpam Apartemen Cempaka Mas, Jakarta Pusat. (Ilustrasi/Istimewa)

JAKARTA – Poros Wartawan Jakarta (PWJ) meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pemukulan wartawan yang dilakukan satuan pengamanan (Satpam) Apartemen Cempaka Mas, Jakarta Pusat. Jika tidak segera dituntaskan, PWJ akan melakukan aksi demo.

“Kalau satpam yang melakukan pemukulan itu dibiarkan begitu saja, dalam waktu 1 kali 24 jam, kami akan akan melakukan aksi demo untuk meminta keadilan ditegakkan,” kata Ketua PWJ B Ali Priambodo (Dodo) saat dihubungi Sindonews, Senin 27 April 2015 malam.

Kata Dodo mengatakan, pemukulan yang dilakukan satpam kawasan Cempaka Mas itu telah menyalahi aturan. Baik itu secara undang-undang pers, maupun aturan yang berlaku di Indonesia.

“Ini jelas salah. Biar bagaimana pun, pelaku telah melakukan tindak pidana. Bukan karena korban wartawan, tapi segala bentuk tindak kekerasan pada seseorang merupakan bentuk tindak pidana,” pungkasnya.

Seyogyanya, kata Dodo, pihak kepolisian mengusut secara tuntas kasus pemukulan yang terjadi kepada empat wartawan. Padahal, kerja wartawan dilindungi undang-undang (UU) pers. (Baca juga: Wartawan Dipukuli, Polres Jakpus Koordinasi dengan Polsek Kemayoran)

“Kami tidak bisa membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Keberadaan wartawan yang sedang melakukan peliputan kerap terancam. Apa tidak bisa berbicara secara baik jika memang mau melarang melakukan peliputan? Pihak kepolisian pun kami minta untuk selalu tanggap dalam menangani kasus kekerasan,” tuturnya.

Dodo mengungkapkan, agar pihak pengelola Apartemen Cempaka Mas ikut bertanggung jawab atas rusaknya barang-barang milik wartawan akibat insiden pemukulan itu. (Baca juga: Liput Demo, Wartawan Dipukuli Satpam Apartemen Cempaka Mas)

“Pengelola harus bertanggung jawab, barang milik wartawan itu pada rusak. Wartawan yang mengalami luka parah pun harus menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit akibat luka yang di deritanya,” paparnya.

(mhd)

Sumber: http://metro.sindonews.com/read/994569/170/pwj-minta-polisi-usut-tuntas-pemukulan-wartawan-di-cempaka-mas-1430157429

Wartawan Dipukuli, Polres Jakpus Koordinasi dengan Polsek Kemayoran (Sindonews.com)

Senin,  27 April 2015  −  19:46 WIB
Wartawan Dipukuli Polres Jakpus Koordinasi dengan Polsek Kemayoran
Polres Jakpus sudah berkoordinasi dengan Polsek Kemayoran untuk menelusuri kasus kekerasan terhadap wartawan di Apartemen Cempaka Mas. (Ilustrasi)

JAKARTA – Hingga kini empat wartawan yang mengalami penganiayaan saat meliput di Apartemen Cempaka Mas, Jakarta Pusat belum melaporkan kasus tersebut ke polisi. Kendati begitu Polres Jakpus sudah berkoordinasi dengan Polsek Kemayoran untuk menelusuri kasus ini.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan Atmaja menyatakan, hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan dari pihak korban. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak jajaran Polsek Kemayoran terkait insiden tersebut.

“Kami belum terima laporan. Dari Polsek juga belum. Makanya, kami pun belum bisa lakukan klarifikasi saat ini,” tuturnya saat dihubungi Sindonews, Senin (27/4/2015).

Berdasarkan undang-undang, aksi pemukulan yang dilakukan oleh Satpam Apartemen Cempaka Mas itu sejatinya salah satu bentuk pidana sehingga patut apabila satpam itu proses sesuai hukum yang berlaku.

Sebab, tindakan yang dilakukan oleh satpam tersebut, selain telah melanggar etika jurnalistik, yakni menghalangi peliputan, juga telah menciderai orang lain.

(ysw)

Sumber: http://metro.sindonews.com/read/994499/170/wartawan-dipukuli-polres-jakpus-koordinasi-dengan-polsek-kemayoran-1430138809

Wartawan Dipukul, Pengelola Apartemen Cempaka Mas Harus Tanggungjawab (Okezone.com)

JAKARTA Pengelola apartemen Cempaka Mas, Jakarta, diminta untuk bertanggungjawab atas bentuk kekerasan yang dilakukan petugas keamanan apartemen tersebut terhadap empat wartawan, siang tadi. Tindakan tercela para satpam tersebut tidak lain atas instruksi dari pengelola apartemen.

“Saya kira patut dipertanyakan, mengapa ketika wartawan meliput malah dipukul, bahkan bagian muka salah satu korban sampai bonyok. Ini jelas tidak benar,” ujar Direktur Pemberitaan MNC Group Arya Sinulingga kepada Okezone, Senin (27/4/2015).

Arya menjelaskan, atas kejadian ini pihaknya meminta pihak pengelola apartemen elit tersebut untuk bertanggungjawab. Pengelola apartemen tentu tidak bisa lepas tangan begitu saja, meskipun yang melakukan pemukulan terhadap wartawan adalah satpam.

“Kita minta pengelola apartemen harus bertanggungjawab, jangan hanya satpamnya saja,” ujarnya.

Tidak berhenti disitu, Arya menyampaikan, masalah ini akan terus dilanjutkan oleh pihaknya ke meja hukum. Menyusul korban dari aksi pemukulan petugas keamanan apartemen tersebut salah satunya pekerja dari MNC Group.

“Kita akan terus proses segera masalah ini. Desakan kami adalah polisi segera mempercepat dan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku pemukulan wartawan yang meliput,” jelasnya.

Sebelumnya, empat wartawan diperlakukan tidak sewajarnya bahkan dipukuli oleh satpam apartemen Cempaka Mas, Jakarta. Keempat wartawan itu yakni, Rani Sanjaya pekerja media RCTI, Samarta dari SCTV, Muhammad Rizki dari Metro TV dan Robi Kurniawan wartawan Beritasatu.com.

(MSR)

Konferensi Pers “KEKERASAN TERHADAP KEBEBASAN PERS” di Graha Cempaka Mas, 28 April 2015

photo (3)
IMG-20150428-WA0038 IMG-20150428-WA0039 IMG-20150428-WA0040 IMG-20150428-WA0041 IMG-20150428-WA0042