Kejanggalan di Graha Cempaka Mas

Pak Krismanto - Ketua KAPPRI
Keanehan di Graha Cempaka Mas

Jakarta, 7 April 2015
Deklarator dan Koordinator Dadakan
 
Tanggal 30 Maret 2015 KAPPRI membuat tindak lanjut Rapat DPR RI tertanggal 25 Februari 2014 yang mangkrak dan lamban ditindaklanjuti oleh Pemerintah yang seharusnya memfasilitasi pemilihan Pengurus PPPSRS di tiga Kawasan, yaitu ITC Mangga Dua, ITC Roxy Mas dan ITC Graha Cempaka Mas. Dimana dalam Keputusan Rapat DPR itu KAPPRI ditugaskan sebagai salah satu pengawal dalam proses pemilihan Pengurus PPPSRS dimaksud.
 
KAPPRI  kemudian MEMBUAT Surat Edaran di Graha Cempaka Mas, yaitu berupa anjuran agar menyiapkan diri untuk menghadapi Rapat Umum yang Akan diselenggarakan. Yaitu dengan meminta warga menyiapkan bukti Kepemilikan dan mendaftarkan diri sebagai calon Peserta Rapat Umum.
 
Secara mendadak muncullah Deklarator (deklarasi 31 Maret 2015) mengatasnamakan warga sebagai Paguyuban Penghuni, yaitu Sdr. Harry P. Haryanto seorang mantan Duta Besar, dan Tonny Sutanto sebagai Koordinator, yang membuat Surat ke Dinas Perumahan DKI yang isinya keberatan dan melawan aktifitas KAPPRI dimaksud yang dianggap mengganggu ketenangan. Juga menganjurkan warga untuk tidak merespon surat KAPPRI. Dalam Hal ini KAPPRI mengemban TUGAS dari DPR RI sebagai upaya dinamisasi untuk pelaksanaan tindak lanjut Keputusan Rapat DPR RI yang mangkrak itu.
 
KAPPRI mengkuatirkan Deklarasi dadakan ini sebagai upaya mengganjal Rencana Rapat Umum yang dimaksud. Kalau kekuatiran itu benar, maka KAPPRI lebih kuatir lagi apabila seukuran mantan Duta Besar secara mendadak melakukan Deklarasi. Patut diduga ini adalah sebuah rekayasa yang sistematis, terstruktur dan bisa masive (TSM). Kami membayangkan tentu tidak mudah menggerakkan seorang mantan Dubes.
 
Kalau seandainya dia digerakkan, pasti dengan faktor pendorong yang besar sekali, yang bisa berupa apa saja, agar bergerak. Faktor yang digerakkan dikategorikan sangat mapan, stabil dan mantap. Dia adalah mantan pejabat tinggi.
 
Kalau seandainya dia bergerak tanpa digerakkan mengapa bisa mendadak bisa melakukan Deklarasi? Itu pertanyaan yang Timbul Kemudian.
 
Sampai saat ini belum ada konfirmasi, alasan adanya Deklarasi dadakan itu. Mudah-mudahan murni karena kehendak sendiri, tanpa bahan pendorong. Mungkin dia TIDAK PAHAM telah dijadikan korban dalam kemelut ini. Kalau demikian alasannya sungguh kasihan dia, belum sadar dengan situasi ini. Tapi apa benar sekelas beliau bisa seperti itu?
 
Pengalaman kita masa lalu MEMBUAT kita harus pandai menganalisa tentang peristiwa apapun. Karena bukti-bukti yang kita miliki, pejabat manapun bisa ter-“motivasi” menghambat perjuangan kita atau memberi kemudahan pihak sana. Bisa oknum Dinas, bisa oknum KEMENPUPERA, bisa oknum polisi. Bisa mantan pejabat tinggi. Posisi yang dapat dicapai pengembang saat ini TIDAK MUNGKIN hanya kerja mereka sendiri. Pasti banyak pihak yang secara sadar atau tidak sadar telah membantu.
 
Perjuangan melawan Rekayasa Hukum yang telah berlangsung lama dan dimana opini telah terbentuk bahwa perbuatan Rekayasa (negatif) itu bisa dianggap normal-normal saja, bahkan oleh kawan kita sendiri. Tragis memang, tetapi itulah kenyataannya.
 
Jalan kita mendaki, panjang dan berliku. Kalau anda rasa capek ambil napaslah sejenak, lalu  lanjutkan perjuangan lagi. Fajar keberhasilan telah merona warnanya.

Salam KAPPRI,

Brigjen TNI (Purn) Krismanto Prawirosumarto

Kappri.org

Ombudsman untuk DP - GCM

Advertisements

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: