Perlu Audit dan Sertifikasi Gedung Tinggi

giftlarge - hansen kamer
Hansen Kammer

Jakarta, 7 Juli 2015

Kasus Kebakaran Gedung Kosgoro dan Bandara Sutta.

Belum lama ini terjadi kebakaran dibagian atas Gedung Kosgoro di Jalan Thamrin.
Keadaan Gedung Tinggi Kosgoro maupun fasilitas Pemadaman Kebakaran DKI terbukti MEMBUAT Pemadaman API sulit atau tidak mungkin dilakukan. Juga kasus kebakaran Bandara Sukarno Hatta menunjukkan bahwa Gedung sekelas Bandara ternyata Tidak Cukup punya fasilitas pencegahan kebakaran. Namun karena bangunan yang tidak tinggi MENJADIKAN Pemadaman lebih mungkin dilakukan.

Dari Kedua kasus ini Kappri diingatkan bahwa Rumah Susun sangat dapat dianalogikan dengan Gedung Kosgoro karena sama-sama tinggi. Kasus serupa juga pernah menimpa Gedung Sarinah dan Gedung Bank Indonesia.

Pertanyannya bagaimana kalau kasus kebakaran yang sama menimpa Rumah Susun?

Rumah Susun memiliki ciri lebih khusus lagi karena banyaknya Penghuni.
Tentu masalahnya akan MENJADI lebih sulit lagi karena ditambah kemungkinan resiko adanya STAMPEDE yaitu banyaknya manusia yang ketakutan dan saling mendahului untuk menyelamatkan diri. Stampede hampir selalu menimbulkan korban manusia yang jauh lebih banyak lagi diluar perhitungkan (ingat kasus terowongan Mina di Arab Saudi dimana ribuan manusia tewas).

Karena pertimbangan diatas dalam Rumah Susun menjadi penting untuk melakukan audit sebagai berikut :
1. Adakah Rumah Susun yang telah dilengkapi dengan Alat deteksi API yang Memadai?
2. Adakah prosedur Baku yang ditetapkan seperti adanya sistem peringatan dini bila ada kebakaran?
3. Apakah telah ditetapkan Titik Kumpul dan jalan evakuasi lewat tangga, karena saat kebakaran lift tak akan berfungsi?
4. Apakah cukup tersedia Alat Pemadaman kebakaran kecil kecil di banyak tempat yang rawan terjadi kebakaran yang dapat segera digunakan?
5. Apakah tersedia Hydran serta pipa-pipa sebagai Alat Pemadaman kebakaran?
6. Sudah adakah prosedur baku buat mengatasi bila ada kebakaran yang di sosialisasikan kepada semua orang yang ada, baik karyawan, Satpam juga Penghuni?
7. Pernahkah secara berkala dilakukan latihan bahaya kebakaran?
8. Kapan secara rutin dilakukan evaluasi terhadap semua yang tersebut diatas?
9. Apabila telah dilakukan adakah kesan dan saran dari Dinas Pemadaman Kebakaran?

Disarankan semua stake holder Rumah Susun sangat peduli dengan masalah ini. Apabila belum menjadi perhatian haruslah segera disadari bahwa bahaya datang tanpa memberi tahu kita, siap atau tidak siap menghadapi.

Untuk pengelola, wajib melakukannya karena tanggung jawabnya sebagai Pengelola.
Buat Penghuni karena kesadaran menolong diri sendiri dan keluarga agar terhindar dari Musibah.

Kalau bukan kita yang Peduli, lalu Siapa lagi?

Krismanto Prawirosumarto

Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: