Monthly Archives: November 2015

Menyampaikan Aspirasi Warga Rusun ke Ketua Umum Hanura, Bapak Wiranto

KAPPRI telah menyampaikan aspirasi Warga Rusun kepada Bapak Wiranto sebagai Ketua Umum Hanura pada tanggal 27 November 2015.

kappri dan hanura bapak Wiranto

P3SRS Terpilih di The Mansion Kemang

Telah dipilih oleh Warga, P3srs di The Mansion at Kemang pada tanggal 21 November 2015 yang dihadiri oleh KAPPRI. Ketua P3srs terpilih adalah ibu Erna Uliasari.

Mansion at Kemang 1

 

Warga Rumah Susun Protes Permen Nomor 31 Tahun 2015 tentang Penyediaan Tenaga Listrik untuk Bangunan dalam Kawasan Terbatas

Warga dari beberapa kawasan Rumah Susun (apartemen, mall, ITC, dll) memprotes Permen Nomor 31 Tahun 2015 tentang Penyediaan Tenaga Listrik untuk Bangunan dalam Kawasan Terbatas pada acara sosialisasi Permen tersebut di acara Coffe Morning pada tanggal 13 November 2015 Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Jakarta. Protesnya adalah tidak setuju dan menentang ide pengembang/pengelola Rusun diberi ijin sebagai pengusaha penyedia listrik.

Protes Permen 31 Th 2015 a Protes Permen 31 Th 2015 b Protes Permen 31 Th 2015 c Protes Permen 31 Th 2015 d Protes Permen 31 Th 2015 e Protes Permen 31 Th 2015 f

Berikut adalah undangan tersebut:

Coffee Morning Nov 2015_01

Coffee Morning Nov 2015_03

Sekarang bagaimana tanggapan Pemerintah?

Surat dari K3LI: Pemerintah Negara Hukum Justru Tidak Serius Tertibkan Bisnis-Listrik Abal-Abal Di Apartemen dan Rusun Sejak Beroperasi

APARTEMEN  TERAHIR 2015 - 2._03 APARTEMEN  TERAHIR 2015 - 2._04

Versi PDF: APARTEMEN TERAHIR 2015 – 2.

Surat Komite Konsultatif Konsumen Listrik Indonesia Mengenai Kasus/Polemik Apartemen/Rumah Susun

APARTEMEN TERAHIR 2015 - 2._01

APARTEMEN TERAHIR 2015 - 2._02

Versi PDF: APARTEMEN TERAHIR 2015 – 2.

Warga Melaksanakan Musyawarah Pembentukan Perhimpunan Pemilik & Penghuni Satuan Rumah Susun The Mansion at Kemang

Warga The Mansion at Kemang melaksanakan Musyawarah Pembentukan Perhimpunan Pemilik & Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) The Mansion at Kemang pada hari Sabtu, 7 November 2015 yang dihadiri oleh ketua KAPPRI, Bapak Krismanto Prawirosumarto.

Mansion Kemang 1

Mansion Kemang 2

Gugatan Manajemen Apartemen Belleza Ditolak Hakim (Gatra.com)

logo gatra

Kamis, 30 Juli 2015 19:50

Jakarta,GATRAnews– Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan manajemen Apartemen Belleza Permata Hijau terhadap salah seorang penghuni berinisial YR pada Kamis, (30/7).

Hakim Ketua H. Ahmad Yunus memimpin sidang dengan hakim anggota Yuningtyas Upiek Kartikawati dan Nelson Sianturi tersebut menyatakan gugatan yang diajukan manajemen apartemen terkait tunggakan pembayaran sebesar Rp 132  juta tidak cukup bukti. Dalam sidang tersebut hadir penggugat Edwin Gobel dan kuasa hukum YR, Ristan Simbolon.

“Menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima,” kata Yunus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis.

Pengacara YR, Ristan Simbolon menyambut baik putusan majelis hakim tersebut. Sebab, tegas dia, gugatan yang diajukan penggugat Edwin Gobel tidak mendasar dan tak memiliki cukup bukti.

“Penggugat tidak bisa menunjukkan alat bukti di dalam persidangan, kenapa gugatan kepada Bu YR tunggakannya Rp 132 juta. Itu tidak bisa disampaikan di dalam persidangan,” kata Ristan.

Salah satu saksi yang enggan menyebut namanya menyatakan, melihat langsung bukti pembayaran yang diperlihatkan oleh tergugat YR. Ketika itu YR melaporkan persoalan anak-anak tergugat lantaran tidak terurus akibat tidak dapat mendiami unit apartemen yang dimiliki tergugat.

“Jadi bukti yang diperlihatkan, saksi melihat tidak ada pembayaran yang bolong, bahkan menurut penjelasan pihak penggugat memang ada kwitansi yang hilang yang tidak tercatat tapi tergugat ada fotonya,” ujar Ristan.

Pihak penggugat Edwin Gobel irit mengomentari tanggapan usai persidangan. Sebab, kata Gobel majelis hakim dalam membacakan putusan sidang suaranya pelan sekali.

Sebelumnya Pengacara YR, Didit Widjoyanto menilai gugatan pengelola Apartemen Belleza terhadap kliennya sangat aneh dan tidak masuk akal. Harusnya tanpa saksi dan bukti lain pun gugatan ini dapat dinyatakan batal demi hukum.

“Karena angka gugatan Rp 132 juta dari manajemen itu tidak masuk akal. Tadinya Rp 28 juta kemudian akan didiskon 50 persen, tapi kenapa bisa jadi Rp 132 juta. Itu yang tidak bisa diklarifikasi oleh manajemen,” kata Didit.

Ia mengaku keberatan dengan gugatan dari manajemen Belleza, karena mereka tidak menangkal atau menangkis jawaban tergugat (YR) dengan replik. Menurut Didit, pihaknya menanggapi gugatan Belleza dengan menanyakan soal angka gugatan Rp 132 juta kepada YR.

“Jawaban kita atas gugatan Belleza ya mempertanyakan 3 x 10 persen x Rp 40 juta bagaimana bisa jadi Rp 132 juta. Berarti ada indikasi pemerasan, mintanya tidak karuan tanpa dasar, itu pemerasan. Kalau menggugat sesuai fakta,” jelas Didit.

Didit menambahkan kliennya juga telah melaporkan manajemen Apartemen Belleza ke Bareskrim Mabes Polri dengan perkara dugaan pemerasan dan penelantaran anaknya sehingga mengalami sakit dan pendidikannya terganggu.

Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam laporan polisi No: TBL/358/V/2015/Bareskrim tertanggal 5 Mei 2015, dengan tuduhan Pasal 368 KUHP serta Pasal 77 dan Pasal 9 ayat (1) UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak.

Sumber: http://www.gatra.com/hukum-1/158393-gugatan-manajemen-apartemen-belleza-ditolak-hakim.html

Kisruh Penghuni VS Pengelola Belleza, Hakim Tolak Gugatan Pengelola (Warta Kota)

Kamis, 30 Juli 2015 23:57

WARTA KOTA, PASAR MINGGU – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak menerima gugatan manajemen Apartemen Belleza Permata Hijau, Jakarta Selatan terhadap penghuni berinisial YR pada sidang putusan, Kamis (30/7/2015). Sidang dipimpin Hakim Ketua Ahmad Yunus, hakim anggota Yuningtyas Upiek Kartikawati dan Nelson Sianturi.

“Menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima,” kata Yunus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pihak penggugat yang hadir yakni Edwin Gobel selaku manajemen Apartemen Belleza dan tergugat diwakili kuasa hukum YR, Ristan Simbolon.

Hakim menilai gugatan manajemen Bellezza tidak diterima karena YR membantah adanya tunggakan pembayaran unitapartemen sebagaimana gugatan penggugat.

Dalam persidangan sebelumnya, saksi Titik Haryati Komisioner KPAI mengaku melihat langsung bukti pembayaran yang diperlihatkan oleh tergugat YR ketika melaporkan persoalan anak-anak tergugat lantaran tidak terurus akibat tidak dapat mendiami unit apartemen yang dimiliki tergugat.

Hakim menilai dalam bukti yang diperlihatkan saksi, tidak ada pembayaran yang bolong atau menunggak. Bahkan menurut penjelasan pihak penggugat memang ada kwitansi yang hilang yang tidak tercatat tapi tergugat ada fotonya.

Sementara Pengacara YR, Ristan Simbolon menyambut baik putusan majelis hakim tersebut, karena memang gugatan yang diajukan penggugat Edwin Gobel tidak mendasar dan tak memiliki bukti yang cukup.

“Penggugat tidak bisa menunjukkan alat bukti didalam persidangan, kenapa gugatan kepada bu YR tunggakannya Rp 132 juta. Itu tidak bisa disampaikan didalam persidangan,” jelas dia.

Sedangkan, pihak penggugat Edwin Gobel ketika dimintai tanggapannya tidak mau berkomentar.

Pengacara YR lainnya, Didit Widjoyanto menilai gugatan pengelola Apartemen Belleza terhadap kliennya sangat aneh dan tidak masuk akal. Harusnya tanpa saksi dan bukti lain pun gugatan ini dapat dinyatakan batal demi hukum.

“Karena angka gugatan Rp 132 juta dari manajemen itu tidak masuk akal. Tadinya Rp 28 juta kemudian akan didiskon 50 persen, tapi kenapa bisa jadi Rp 132 juta. Itu yang tidak bisa diklarifikasi oleh manajemen,” katanya.

Ia mengaku keberatan dengan gugatan dari manajemen Belleza, karena mereka tidak menangkal atau menangkis jawaban tergugat (YR) dengan replik. Menurut dia, pihaknya menanggapi gugatan Belleza dengan menanyakan soal angka gugatan Rp 132 juta kepada YR.

“Jawaban kita atas gugatan Belleza ya mempertanyakan 3 x 10 persen x Rp 40 juta bagaimana bisa jadi Rp 132 juta. Berarti ada indikasi pemerasan, mintanya tidak karu-karuan tanpa dasar, itu pemerasan. Kalau menggugat sesuai fakta,” jelas dia.

Didit menambahkan kliennya juga telah melaporkan Apartemen Belleza ke Bareskrim Mabes Polri dengan perkara dugaan pemerasan dan penelantaran anaknya sehingga mengalami sakit dan pendidikannya terganggu.

Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam laporan polisi No: TBL/358/V/2015/Bareskrim tertanggal 5 Mei 2015, dengan tuduhan Pasal 368 KUHP serta Pasal 77 dan Pasal 9 ayat (1) UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak.

Sumber: http://wartakota.tribunnews.com/2015/07/30/kisruh-penghuni-vs-pengelola-belleza-hakim-tolak-gugatan-pengelola

PN Jaksel Tolak Gugatan Apartemen Belleza (Inilah.com)

Kamis, 30 Juli 2015 | 22:15 WIB

Oleh: Ahmad Farhan Faris

PN Jaksel Tolak Gugatan Apartemen Belleza

INILAHCOM, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan manajemen Apartemen Belleza Permata Hijau terhadap penghuni inisial YR, Kamis (30/7/2015).

Dalam penolakannya Ketua Majelis Hakim H Ahmad Yunus mengatakan, gugatan yang diajukan manajemen apartemen terkait tunggakan pembayaran sebesar Rp 132 juta tidak cukup bukti.

“Menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima,” kata Hakim Yunus saat membacakan amar penolakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Penolakan itu juga diperkuat dengan adanya bukti pembayaran yang diperlihatkan oleh tergugat YR. Bukti yang diperlihatkan oleh saksi tidak ada pembayaran yang bolong.

“Bahkan menurut penjelasan pihak penggugat memang ada kwitansi yang hilang yang tidak tercatat tapi tergugat ada fotonya,” ujarnya.

Sementara Pengacara YR, Ristan Simbolon menyambut baik putusan majelis hakim tersebut, karena memang gugatan yang diajukan penggugat Edwin Gobel tidak mendasar dan tak memiliki bukti yang cukup.

“Penggugat tidak bisa menunjukkan alat bukti didalam persidangan, kenapa gugatan kepada bu YR tunggakannya Rp 132 juta. Itu tidak bisa disampaikan didalam persidangan,” jelas dia.

Sedangkan, pihak penggugat Edwin Gobel ketika dimintai tanggapannya tidak mau berkomentar. Sebab, majelis hakim membacakan putusan sidang suaranya pelan sekali.

Sebelumnya Pengacara YR, Didit Widjoyanto menilai gugatan pengelola Apartemen Belleza terhadap kliennya sangat aneh dan tidak masuk akal. Harusnya tanpa saksi dan bukti lain pun gugatan ini dapat dinyatakan batal demi hukum.

“Karena angka gugatan Rp 132 juta dari manajemen itu tidak masuk akal. Tadinya Rp 28 juta kemudian akan didiskon 50 persen, tapi kenapa bisa jadi Rp 132 juta. Itu yang tidak bisa diklarifikasi oleh manajemen,” katanya.

Di samping itu, Didit menambahkan kliennya juga telah melaporkan Apartemen Belleza ke Bareskrim Mabes Polri dengan perkara dugaan pemerasan dan penelantaran anaknya sehingga mengalami sakit dan pendidikannya terganggu.

Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam laporan polisi No: TBL/358/V/2015/Bareskrim tertanggal 5 Mei 2015, dengan tuduhan Pasal 368 KUHP serta Pasal 77 dan Pasal 9 ayat (1) UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak.

Sumber: http://m.inilah.com/news/detail/2225929/pn-jaksel-tolak-gugatan-apartemen-belleza