Gugatan Manajemen Apartemen Belleza Ditolak Hakim (Gatra.com)

logo gatra

Kamis, 30 Juli 2015 19:50

Jakarta,GATRAnews– Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan manajemen Apartemen Belleza Permata Hijau terhadap salah seorang penghuni berinisial YR pada Kamis, (30/7).

Hakim Ketua H. Ahmad Yunus memimpin sidang dengan hakim anggota Yuningtyas Upiek Kartikawati dan Nelson Sianturi tersebut menyatakan gugatan yang diajukan manajemen apartemen terkait tunggakan pembayaran sebesar Rp 132  juta tidak cukup bukti. Dalam sidang tersebut hadir penggugat Edwin Gobel dan kuasa hukum YR, Ristan Simbolon.

“Menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima,” kata Yunus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis.

Pengacara YR, Ristan Simbolon menyambut baik putusan majelis hakim tersebut. Sebab, tegas dia, gugatan yang diajukan penggugat Edwin Gobel tidak mendasar dan tak memiliki cukup bukti.

“Penggugat tidak bisa menunjukkan alat bukti di dalam persidangan, kenapa gugatan kepada Bu YR tunggakannya Rp 132 juta. Itu tidak bisa disampaikan di dalam persidangan,” kata Ristan.

Salah satu saksi yang enggan menyebut namanya menyatakan, melihat langsung bukti pembayaran yang diperlihatkan oleh tergugat YR. Ketika itu YR melaporkan persoalan anak-anak tergugat lantaran tidak terurus akibat tidak dapat mendiami unit apartemen yang dimiliki tergugat.

“Jadi bukti yang diperlihatkan, saksi melihat tidak ada pembayaran yang bolong, bahkan menurut penjelasan pihak penggugat memang ada kwitansi yang hilang yang tidak tercatat tapi tergugat ada fotonya,” ujar Ristan.

Pihak penggugat Edwin Gobel irit mengomentari tanggapan usai persidangan. Sebab, kata Gobel majelis hakim dalam membacakan putusan sidang suaranya pelan sekali.

Sebelumnya Pengacara YR, Didit Widjoyanto menilai gugatan pengelola Apartemen Belleza terhadap kliennya sangat aneh dan tidak masuk akal. Harusnya tanpa saksi dan bukti lain pun gugatan ini dapat dinyatakan batal demi hukum.

“Karena angka gugatan Rp 132 juta dari manajemen itu tidak masuk akal. Tadinya Rp 28 juta kemudian akan didiskon 50 persen, tapi kenapa bisa jadi Rp 132 juta. Itu yang tidak bisa diklarifikasi oleh manajemen,” kata Didit.

Ia mengaku keberatan dengan gugatan dari manajemen Belleza, karena mereka tidak menangkal atau menangkis jawaban tergugat (YR) dengan replik. Menurut Didit, pihaknya menanggapi gugatan Belleza dengan menanyakan soal angka gugatan Rp 132 juta kepada YR.

“Jawaban kita atas gugatan Belleza ya mempertanyakan 3 x 10 persen x Rp 40 juta bagaimana bisa jadi Rp 132 juta. Berarti ada indikasi pemerasan, mintanya tidak karuan tanpa dasar, itu pemerasan. Kalau menggugat sesuai fakta,” jelas Didit.

Didit menambahkan kliennya juga telah melaporkan manajemen Apartemen Belleza ke Bareskrim Mabes Polri dengan perkara dugaan pemerasan dan penelantaran anaknya sehingga mengalami sakit dan pendidikannya terganggu.

Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam laporan polisi No: TBL/358/V/2015/Bareskrim tertanggal 5 Mei 2015, dengan tuduhan Pasal 368 KUHP serta Pasal 77 dan Pasal 9 ayat (1) UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak.

Sumber: http://www.gatra.com/hukum-1/158393-gugatan-manajemen-apartemen-belleza-ditolak-hakim.html

Kisruh Penghuni VS Pengelola Belleza, Hakim Tolak Gugatan Pengelola (Warta Kota)

Kamis, 30 Juli 2015 23:57

WARTA KOTA, PASAR MINGGU – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak menerima gugatan manajemen Apartemen Belleza Permata Hijau, Jakarta Selatan terhadap penghuni berinisial YR pada sidang putusan, Kamis (30/7/2015). Sidang dipimpin Hakim Ketua Ahmad Yunus, hakim anggota Yuningtyas Upiek Kartikawati dan Nelson Sianturi.

“Menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima,” kata Yunus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pihak penggugat yang hadir yakni Edwin Gobel selaku manajemen Apartemen Belleza dan tergugat diwakili kuasa hukum YR, Ristan Simbolon.

Hakim menilai gugatan manajemen Bellezza tidak diterima karena YR membantah adanya tunggakan pembayaran unitapartemen sebagaimana gugatan penggugat.

Dalam persidangan sebelumnya, saksi Titik Haryati Komisioner KPAI mengaku melihat langsung bukti pembayaran yang diperlihatkan oleh tergugat YR ketika melaporkan persoalan anak-anak tergugat lantaran tidak terurus akibat tidak dapat mendiami unit apartemen yang dimiliki tergugat.

Hakim menilai dalam bukti yang diperlihatkan saksi, tidak ada pembayaran yang bolong atau menunggak. Bahkan menurut penjelasan pihak penggugat memang ada kwitansi yang hilang yang tidak tercatat tapi tergugat ada fotonya.

Sementara Pengacara YR, Ristan Simbolon menyambut baik putusan majelis hakim tersebut, karena memang gugatan yang diajukan penggugat Edwin Gobel tidak mendasar dan tak memiliki bukti yang cukup.

“Penggugat tidak bisa menunjukkan alat bukti didalam persidangan, kenapa gugatan kepada bu YR tunggakannya Rp 132 juta. Itu tidak bisa disampaikan didalam persidangan,” jelas dia.

Sedangkan, pihak penggugat Edwin Gobel ketika dimintai tanggapannya tidak mau berkomentar.

Pengacara YR lainnya, Didit Widjoyanto menilai gugatan pengelola Apartemen Belleza terhadap kliennya sangat aneh dan tidak masuk akal. Harusnya tanpa saksi dan bukti lain pun gugatan ini dapat dinyatakan batal demi hukum.

“Karena angka gugatan Rp 132 juta dari manajemen itu tidak masuk akal. Tadinya Rp 28 juta kemudian akan didiskon 50 persen, tapi kenapa bisa jadi Rp 132 juta. Itu yang tidak bisa diklarifikasi oleh manajemen,” katanya.

Ia mengaku keberatan dengan gugatan dari manajemen Belleza, karena mereka tidak menangkal atau menangkis jawaban tergugat (YR) dengan replik. Menurut dia, pihaknya menanggapi gugatan Belleza dengan menanyakan soal angka gugatan Rp 132 juta kepada YR.

“Jawaban kita atas gugatan Belleza ya mempertanyakan 3 x 10 persen x Rp 40 juta bagaimana bisa jadi Rp 132 juta. Berarti ada indikasi pemerasan, mintanya tidak karu-karuan tanpa dasar, itu pemerasan. Kalau menggugat sesuai fakta,” jelas dia.

Didit menambahkan kliennya juga telah melaporkan Apartemen Belleza ke Bareskrim Mabes Polri dengan perkara dugaan pemerasan dan penelantaran anaknya sehingga mengalami sakit dan pendidikannya terganggu.

Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam laporan polisi No: TBL/358/V/2015/Bareskrim tertanggal 5 Mei 2015, dengan tuduhan Pasal 368 KUHP serta Pasal 77 dan Pasal 9 ayat (1) UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak.

Sumber: http://wartakota.tribunnews.com/2015/07/30/kisruh-penghuni-vs-pengelola-belleza-hakim-tolak-gugatan-pengelola

PN Jaksel Tolak Gugatan Apartemen Belleza (Inilah.com)

Kamis, 30 Juli 2015 | 22:15 WIB

Oleh: Ahmad Farhan Faris

PN Jaksel Tolak Gugatan Apartemen Belleza

INILAHCOM, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan manajemen Apartemen Belleza Permata Hijau terhadap penghuni inisial YR, Kamis (30/7/2015).

Dalam penolakannya Ketua Majelis Hakim H Ahmad Yunus mengatakan, gugatan yang diajukan manajemen apartemen terkait tunggakan pembayaran sebesar Rp 132 juta tidak cukup bukti.

“Menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima,” kata Hakim Yunus saat membacakan amar penolakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Penolakan itu juga diperkuat dengan adanya bukti pembayaran yang diperlihatkan oleh tergugat YR. Bukti yang diperlihatkan oleh saksi tidak ada pembayaran yang bolong.

“Bahkan menurut penjelasan pihak penggugat memang ada kwitansi yang hilang yang tidak tercatat tapi tergugat ada fotonya,” ujarnya.

Sementara Pengacara YR, Ristan Simbolon menyambut baik putusan majelis hakim tersebut, karena memang gugatan yang diajukan penggugat Edwin Gobel tidak mendasar dan tak memiliki bukti yang cukup.

“Penggugat tidak bisa menunjukkan alat bukti didalam persidangan, kenapa gugatan kepada bu YR tunggakannya Rp 132 juta. Itu tidak bisa disampaikan didalam persidangan,” jelas dia.

Sedangkan, pihak penggugat Edwin Gobel ketika dimintai tanggapannya tidak mau berkomentar. Sebab, majelis hakim membacakan putusan sidang suaranya pelan sekali.

Sebelumnya Pengacara YR, Didit Widjoyanto menilai gugatan pengelola Apartemen Belleza terhadap kliennya sangat aneh dan tidak masuk akal. Harusnya tanpa saksi dan bukti lain pun gugatan ini dapat dinyatakan batal demi hukum.

“Karena angka gugatan Rp 132 juta dari manajemen itu tidak masuk akal. Tadinya Rp 28 juta kemudian akan didiskon 50 persen, tapi kenapa bisa jadi Rp 132 juta. Itu yang tidak bisa diklarifikasi oleh manajemen,” katanya.

Di samping itu, Didit menambahkan kliennya juga telah melaporkan Apartemen Belleza ke Bareskrim Mabes Polri dengan perkara dugaan pemerasan dan penelantaran anaknya sehingga mengalami sakit dan pendidikannya terganggu.

Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam laporan polisi No: TBL/358/V/2015/Bareskrim tertanggal 5 Mei 2015, dengan tuduhan Pasal 368 KUHP serta Pasal 77 dan Pasal 9 ayat (1) UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak.

Sumber: http://m.inilah.com/news/detail/2225929/pn-jaksel-tolak-gugatan-apartemen-belleza

Advertisements

Tagged: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: