Kronologi: PERISTIWA DIDUGA PELANGGARAN HAM PADA WARGA GRAHA CEMPAKA MAS (8 Januari 2016)

Kronologi Peristiwa Diduga Pelanggaran Ham  Pada Warga Graha Cempaka Mas pada tanggal 8 Januari 2016.

  • Pengembang PT Duta Pertiwi dengan PPPRS versi Agus Iskandar dkk.
  • PPPSRS Warga dipimpin Tony Soenanto dan Palmer Situmorang.
  1. Dalam RULB tanggal 20 September 2013 warga telah membentuk PPPSRS dengan Pengurus Tony Soenanto dan Palmer Situmorang. Kepengurusan PPPSRSS menjadi ada dua, yang satunya bentukan PT Duta Pertiwi pimpinan Agus Iskandar. Kepengurusan PPPSRS Tony Palmer mendapat pengesahan dari Pemda DKI, lalu membalik nama langganan listrik dan air, sehingga di PLN dan PDAM yang tercantum adalah kepengurusan PPPSRS Tony Palmer.

    Karena adanya kepengurusan kembar maka terjadilah dualisme dalam penerimaan setoran IPL, uang listrik, dll.

    Masalah ini dicoba atasi dengan perundingan di depan Kapolres Jakarta Pusat dengan kesepakatan warga bebas untuk membayar mau lewat PPPSRS yang manapun.

    Kepengurusan PPPSRS Agus Iskandar habis masa kerjanya 5 Pebruari 2015 maka otomatis kepengurusan bentukan PT Duta Pertiwi secara hukum telah tidak ada lagi. Sehingga kepengurusan yang masih ada  adalah  hanyalah Tony Soenanto dan  Palmer Situmorang. Sesuai UU 20 tahun 2011 Pengembang tidak berwenang membentuk PPPSRS, karena ia diwajibkan mengelola sementara sampai terbentuknya PPPSRS yang merupakan wakil para pemilik.Pengembang wajib melakukan serah terima kepada PPPSRS.

  1. PPRSC GCM murni warga Tony Palmer kemudian berusaha menegakkan UU 20 tahun 2011 yang selama 17 tahun tidak dijalankan oleh PT Duta Pertiwi Tbk, yaitu mengurus NPWP, rekening bank, balik nama ID PLN dan PDAM, menyurati Kepala BPN, memberi masukan PP buat UU 20 tahun 2011 yang lama terabaikan.
  1. Warga GCM sebanyak 400 orang, berbondong2 membayar IPL ke rekening PPRSC GCM yg sah karena selama 17 tahun uang warga masuk ke rekening PT Duta Pertiwi Tbk sehingga warga SAMA SEKALI tidak bisa mengontrol uang milik warga yg seharusnya ditampung di rekening PPPSRS Tony Palmer. Selama ini PPPSRS Agus Iskandar tidak pernah memberikan laporan keuangan kepada para pemilik. Padahal PT Duta Pertiwi Tbk terdaftar listing sebagai emitten di Bursa Efek Indonesia ini, namun dalam laporan keuangannya masih mencancumkan aset tanah dimana apartemen berdiri yang telah dijual tetap sebagai miliknya, dan ini tentu akan mempengaruhi harga saham di lantai bursa. Namun sejauh ini OJK belum turun tangan.
  1. Maka pada bulan Januari 2014, PT Duta Pertiwi Tbk mengerahkan ratusan preman dan orang berseragam polisi untuk mengawal teknisi merusak panel listrik milik warga. Terjadi pemadaman listrik selama 1 bulan. Warga yg memperbaiki listriknya sendiri ditangkap polisi dipukuli dan dijadikan TERSANGKA. Sebagian lagi warga diancam diteror dsb, dsb dan dipaksa membayar ke PT Duta Pertiwi Tbk.
  1. Disamping tindakan kekerasan PPRS boneka PT Duta Pertiwi Tbk yang sudah demisioner, secara hukum MENGGUGAT PPRSC GCM di PN Jakpus. Tanggal 15 Januari 2015 gugatan mereka tidak diterima (NO) dan Putusan 510 eksepsi tergugat diterima untuk seluruhnya maka pengurus yang ada tinggal PPRSC GCM adalah Tony Palmer yang sah.
  1. Tanggal 5 Februari 2015 masa kepengurusan PPRS Boneka PT Duta Pertiwi Tbk HABIS masanya (demisioner). Maka PT Duta Pertiwi Tbk merekayasa IKA LESTARI AJI (Kadisperum DKI) mengeluarkan surat nomor 492 yg isinya menunjuk PT Duta Pettiwi Tbk dan memaksa warga membayar IPL hanya kepada PT Duta Pertiwi Tbk (melanggar HAM & UU). LP warga melaporkan Ika ada di Polres dan Polda.
  1. Hanya berdasar Surat Dinas 492 yg cacat hukum maka PT Duta Pertiwi Tbk BERADA di Kawasan GCM TANPA ALAS HUKUM maka untuk tetap melaksanakan pengelolaan Graha Cempaka Mas merusak panel listrik warga kali ini dikawal ratusan preman dan oknum berseragam pasukan Brimob.
  1. Tanggal 1 Juni 2015 warga berhasil mengusir PT Duta Pertiwi Tbk dari Kantor Pengelola di Tower C1 Lantai 5. Namun Kapolsek atas perintah Kapolres Jakpus memasang police line dgn janji bahwa akan dilakukan serah terima secara wajar tgl 4 Juni 2015 di kantor Polres. Namun serah terima yang dijanjikan tidak pernah terjadi kantor diserahkan ke PT Duta Pertiwi Tbk kembali secara diam diam.
  1. Sementara itu Pengurus PPPSRS boneka Agus Inkandar yang sudah demisioner MENGGUGAT LAGI ke PN Jakpus dan dilayani. Isi gugatan persis sama. Tanggal 8 Desember 2015 gugatan mereka TIDAK DITERIMA (NO) dan eksepsi tergugat diterima untuk seluruhnya. Kembali PPRSC GCM Tony Palmer yang secara hukum sah secara mewakili para pemilik.

    PPRSC GCM Tony Palmer yang sah memasang IKLAN di POSKOTA untuk undangan lelang sebagai badan pengelola (satpam, cleaning, teknisi). Telah ada Pemenang (sebagai badan pengelola) yang sudah siap bekerja.

  2. Gugatan Pra Peradilan yang telah dimenangkan warga GCM ada :

    a. Gugatan no 07/Pdn-Prap/2015/PN.Jkt.Pst tentang LP warga GCM yang selama ini diambangkan, untuk di proses oleh penyidik ( Catatan : Jumlah LP warga GCM yang diambangkan/tidak diproses = 23 LP)
    b. Gugatan no 08/Pdn-Prap/2015/PN.Jkt.Pst tentang penangkapan 4 warga GCM tanggal 20 Januari 2014 pukul 21.30 dimana ke 4 warga gcm tersebut, saat itu tidak sedang melakukan perbuatan pidana, maka TIDAK Sah.
    c. Gugatan no 09/Pdn-Prap/2015/PN.Jkt.Pst tentang penetapan 2 warga GCM sebagai tersangka dengan tuduhan merosak gembok yang dibeli dengan uang IPL, dan bertujuan untuk memperbaiki panel listrik yang justru dirusak pengelola disertai dengan pengerahan ratusan preman, DINYATAKAN BATAL.

  3. Tanggal 8 Januari 2016 Perusahaan pemenang tender siap menempatkan satpam resmi dengan mandat melindungi warga dan menjaga keamanan. Demikian juga cleaning service dan teknisi siap mulai bekerja. POLSEK, POLRES dan POLDA sudah dimintai bantuan pengamanan pengusiran PT Duta Pertiwi Tbk yang sudah habis kontrak dan tidak ikut tender.

    Basement sudah berhasil dikuasai oleh satpam warga versi PPPSRS Tony Palmer. Maka Hokli Lingga dan Winarto yang mengaku mewakili PT Duta Pertiwi Tbk mengerahkan ratusan oknum mengaku FBR memasuki kawasan GCM. Maka ratusan Polisi pun datang juga.

  1. Tanggal 8 Januari 2016 Jam 15.00 KAPOLSEK di Lobby A2 sudah dijelaskan oleh perwakilan warga dan diserahkan lagi berkas-berkas putusan pengadilan dan surat permohonan bantuan pengamanan pengusiran PT Duta Pertiwi Tbk dan diminta mengeluarkan ratusan FBR namun KAPOLSEK tidak berdaya.

    Tanggal 8 Januari 2016 Jam 20.00 KAPOLSEK ditanya oleh warga mengapa tidak ada tindakan. Dia jawab belum ada perintah atasan.

  1. Sore hari sabotase mematikan air dilakukan oleh Teknisi PT Duta Pertiwi Tbk serta memfitnah warga bernama Suresh Bhavnani (yg memasang gembok ruang teknisi) dan disebarluaskan fitnah tersebut dan dijadikan alasan oleh oknum Polisi. Namun teknisi yg dikontrak warga berhasil memperbaiki sabotase tersebut dan air kembali mengalir.
  2. Tengah malam ada orang yang mengaku barangnya ketinggalan di ruang teknisi yang disegel warga. Tidak bersedia menunggu besoknya. Pihak tertentu berbaju preman (bukan teknisi karena warga kenal)  memanfaatkan hal ini dengan alasan ada kerusuhan.

    Ratusan orang berseragam polisi datang dengan atribut pertahanan dan tongkat tajam kesiapan eksekusi.

  1. Ratusan Polisi lalu mengusir warga dari pekarangan milik sendiri dengan alasan harus dilakukan pengosongan ruang basement MILIK WARGA akan dijadikan status quo. Warga diancam dengan pasal demo KUHP 218. Warga protes karena ini bukan tempat umum, ini adalah pekarangan milik warga dan warga bukan sedang demo melainkan mengusir PT Duta Pertiwi Tbk yang sudah habis kontrak.
  1. Satpam bertugas dalam mandat menjaga pertahanan keamanan tidak bersedia meninggalkan tugas tanpa surat esekusi karena orang berseragam POLISI layak diduga terindikasi berbuat atas undangan PT Duta Pertiwi Tbk sebagaimana sudah sering terjadi sebelum-belumnya.
  1. Namun Ratusan orang berseragam Polisi dengan KEKERASAN menangkap warga di basement pekarangan milik sendiri dengan diseret-seret, ditampar, dipukuli, ditendangi dan dimasukkan mobil tahanan.
  1. Akhirnya semua diangkat paksa 20 orang satpam yg sedang bertugas dan 10 orang warga tanpa surat dasar hukum yang kuat.
  1. AKHIR CERITA: Lokasi basement yang kata Kabag Ops Polres Jakpus akan dijadikan STATUS QUO ternyata setelah warga ditangkapi, secara diam-diam lokasi tersebut diserahkan kepada PT Duta Pertiwi Tbk.
  1. Yang SELALU jadi masalah menghadapi boneka PT. Duta Pertiwi Tbk yang hanya terdiri Hokli Lingga, Winarto, Lily Tiro, Hery Wijaya, Ayu Dharmawati, Etty Kurniawati, Silvia Angela, Dwi Tjiptodharmono, Tjahjana Widjaja namun mereka selalu ngumpet dan yang muncul ratusan FBR dan ratusan orang berseragam POLISI untuk hadapi warga.
  2. Menurut penjelasan warga GCM, Sesungguhnya sejak sore Presiden Joko Widodo sudah mendapat laporan dan KAPOLRI diminta untuk menyelesaikan. Namun kenyataan di lapangan perintah Kepala Preman Hokli Lingga dan Winarto yang dilaksanakan.
  1. Tanggal 9 Januari 2016 Jam 04.00 (subuh) Kapolda Metro mengutus Dir Intel Polda Metro mendatangi 10 warga dan 20 satpam GCM yang masih ditahan di POLRES Jakpus dan MEMINTA MAAF atas nama KAPOLRI.
  1. Tanggal 12 Januari 2016 jam 14.00 sejumlah 10 orang Perwakilan warga GCM diundang audiensi oleh WAKAPOLDA METRO yang berjanji untuk mencari SOLUSI.
  1. WARGA GCM DAN WARGA RUSUN SE DKI menunggu HASIL yg dijanjikan oleh POLDA METRO krn GCM telah ditunjuk oleh Rapat DPR RI 25 Pebruari 2014 sebagai percontohan rusun menerapkan MARUSON (Manajemen Rusun Online) sehingga P3SRS nirlaba sesuai UU20/2011. Bukan soal rebutan kepengurusan sebagaimana dihembuskan pihak PT Duta Pertiwi Tbk yang masih terus berusaha melanjutkan praktek bisnis ilegalnya dengan segala cara kekerasan menggunakan oknum terduga aparat.

Naskah ini disampaikan oleh :

  1. Tim Advokasi PPRSC GCM
  2. MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia)
  3. KAPPRI (Kesatuan Aksi Pemilik dan Penghuni Rusun Indonesia)
  4. ARUN (Advokasi Rakyat untuk Nusantara)
  5. KIBAR (Koalisi Bersama Rakyat)
  6. Boyamin Saiman Lawfirm
  7. Bob Hasan & Associates
  8. Harjadi Jahja & Partners
Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: