Teror Bom dan Teror Terhadap Penghuni Rumah Susun oleh Sinar Mas Group

Beberapa hari belakangan ini semua mata tertuju pada peristiwa pengeboman yang terjadi di Jalan MH. Thamrin dekat gedung Sarinah Jakarta Pusat. Demikian juga semua media massa berlomba-lomba memberitakan kejadian ini secara langsung terjadinya teror bom dan baku tembak antara pihak yang diduga anggota teroris dengan pihak kepolisian.

Teror bom yang terjadi di ibukota RI ini disaksikan hampir seluruh rakyat di negeri ini karena teror bom ini hampir semua media menyiarkan beritanya. Apakah ini termasuk teror?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata “teror” berarti usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. Apakah masyarakat di negeri ini ketakutan dan lain sebagainya sesuai arti kata “teror” ini? Dilihat dari foto-foto kejadian pada saat pengeboman terjadi dan hari-hari setelah pengeboman terlihat tidak ada rasa takut dan ngeri dari masyarakat di negeri ini.

Sementara aksi teror yang dilakukan pihak Sinar Mas Group terhadap para penghuni rumah susun (rusun) yang sudah berlangsung belasan tahun bahkan ada yang telah berlangsung dua puluhan tahun lebih, hanya sedikit orang tahu kejadian teror ini dan media massa pun tidak tertarik memberitakan teror yang dilakukan Sinar Mas ini dimana teror ini telah membuat masyarakat penghuni rusun mengalami rasa takut dan ngeri yang sangat luar biasa sehingga apapun yang dilakukan pihak Sinar Mas, hampir semuanya memberikan persetujuan walaupun persetujuan ini dilakukan secara terpaksa (karena rasa takut dan ngeri atas tindakan yang akan diambil jika mereka melakukan penolakan), seperti yang telah dilakukan pihak Sinar Mas yang memutus aliran listrik dan air, dll terhadap penghuni yang berjuang mempertahankan hak-haknya sesuai aturan UU rusun dengan menolak keinginan Sinar Mas (segala macam kenaikan yang dilakukan secara sepihak oleh pihak Sinar Mas dan aneka pungutan yang tidak diminta pemerintah tapi ditagih oleh pihak Sinar Mas seperti PPN dll yang dengan sangat terpaksa dibayar penghuni, penghuni tidak berani menolak membayar karena takut mengalami kesulitan seperti pemutusan aliran listrik, dll).

Terlihat media massa lebih tertarik memberitakan teror bom yang BUKAN TEROR karena tidak membuat masyarakat takut ataupun ngeri (sesuai arti kata “teror” menurut KBBI) dibandingkan aksi teror pihak Sinar Mas Group yang telah membuat warga penghuni rusun menjadi takut dan ngeri.

Aksi teror pihak Sinar Mas dilakukan dengan cara intimidasi dan pengkriminalan para penghuni rusun yang memperjuangkan hak-haknya sesuai dengan aturan UU rusun ini, terlihat dibiarkan saja oleh para aparat penegak hukum dan pemerintah dimana banyak laporan warga mengenai tindakan pelanggarn hukum yang dilakukan pihak Sinar Mas tidak ada yang terproses sampai ke pengadilan dan malah diduga aparat penegak hukum (apakah oknum?) membantu pihak Sinar Mas dalam melakukan penteroran dan pengkriminalan terhadap para penghuni rusun yang memperjuangkan hak-hak nya ini dengan banyaknya warga rusun yang kasusnya terproses sampai ke pengadilan dan malah dijatuhi hukuman oleh para aparat penegak hukum yang menangani kasus laporan pihak Sinar Mas ini.

Inilah yang menurut saya teror sebenarnya karena para penghuni rusun menjadi KETAKUTAN untuk memperjuangkan hak-haknya ini sementara kejadian yang terjadi di Sarinah tidak ada masyarakat yang takut dengan kejadian pengeboman ini.

Beberapa hari lalu tepatnya tanggal 8 Januari 2016 (6 hari sebelum adanya peledakan bom di Sarinah), ratusan polisi telah dikerahkan untuk menemui penghuni rusun Graha Cempaka Mas (GCM) di area/lahan bersama milik penghuni rusun GCM ini dengan sangkaan mengganggu ketertiban umum dan ada 8 warga dibawa ke kantor polisi untuk ditanya dan baru keesokan harinya diizinkan meninggalkan kantor polisi. Apakah penghuni ini teroris sehingga begitu banyak polisi dikerahkan (diduga atas aduan Sinar Mas)? Apakah ini bukan suatu bentuk teror terhadap penghuni rusun GCM? Berikut rekaman video ratusan aparat keamanan di rusun GCM (Silakan klik/tap disini, atau lihat video dibawah halaman inihttps://www.youtube.com/watch?v=sKXOm4zzsSs). Terima kasih.

Hormat Saya,

Khoe Seng Seng.
ITC Mangga Dua lt 2 blok B 42, Jakarta Utara. HP 08161480459


Sumber: Youtube.com

Advertisements

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: