Category Archives: Apartemen

Penghuni Apartemen Maple Park Tolak P3SRS oleh Pengembang

antaranews.com
Minggu, 9 Agustus 2015 19:21 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Penghuni Apartemen Maple Park, Jakarta Utara, menolak campur tangan pengembang dalam pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).

“Pengembang ingin P3SRS dibuat oleh mereka dan dipilih oleh mereka,” kata Pengurus Panitia Kerja Pembentukan  P3SRS Maple Park, Rani dalam acara Pembentukan P3SRS di Jakarta, Minggu.

Padahal, kata dia, sesuai Undang-Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun menyebutkan pemilik rusun wajib membentuk P3SRS beranggotakan pemilik atau penghuni yang mendapatkan kuasa.

“Sebagaimana dalam pasal 75 pelaku pembangunan wajib memfasilitasi terbentuknya P3SRS, maka dalam hal ini pengembang tugasnya hanya memfasilitasi, pengembang tidak mempunyai hakuntuk menyelenggarakan atau mengundang warga untuk bermusyawarah dalam pembentukan P3SRS,” katanya.
(R021/R022)


Kecewa Pengembang

Sebagai warga yang telah menghuni sejak 2009, Rani mengaku semakin tidak nyaman dengan ulah pengembang. Hal ini, lanjutnya, juga dirasakan warga lainnya. Bahkan, lanjutnya, AJB (Akte Jual Beli) tidak kunjung selesai.

“Boro2 sertifikat, AJB saja belum beres,” katanya.

Warga Apartemen Mapple Park, Novinda mengungkapkan selama ini, pihak pengembang dengan seenaknya menaikan biaya service charge yang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Selain itu tidak ada transparansi keuangan, pengamanan security tidak ketat, pengelolaan parkir amburadul.

“Dinding bocor dan merembes, sedangkan penanganannya lama, ada rayap di basement sampai lantai atas. Gondola jarang beroperasi, kaca luar gedung kotor dan jarang dibersihkan,” ujarnya.

Rani menjelaskan warga yang tidak puas dengan sikap pengembang apartemen kemudian membentuk Panitia Kerja Musyawarah (Panmus) pada 10 Januari 2015. Warga memberikan surat kuasa kepada tim untuk menjadi panitia kerja (musyawarah pembentukan P3SRS Mapple Park).  Pembentukan panmus ini, lanjutnya, telah dikuatkan dengan akta notaris Nomor 6 pada 8 Juli 2015.

Ia menjelaskan Panitia Kerja Musyawarah telah melakukan Rapat Umum Anggota (RUA) pada 30 Juli 2015 untuk pembentukan P3SRS.

“RUA belum kuorum, sehingga Tim Panmus mengadakan rapat umum anggota yang kedua pada hari ini Minggu, 9 Agustus 2015. Alhamdulillah sekitar 100 warga yang merupakan pemilik dan penghuni telah memilih struktur P3SRS versi warga dengan Ketua Petrus, Sekretaris Novinda, dan Bendahara Chairani,” katanya.

“Semoga hasil RUA keduai ini menghasilkan  Pengurus P3SRS seperti yang kita harapkan yakni jujur, berintegritas dan peduli memajukan keamanan dan kenyamanan Apartemen Maple Park,” demikian Rani.

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/511365/penghuni-apartemen-maple-park-tolak-p3srs-oleh-pengembang

Advertisements

Dihadang Intimidasi, Penghuni Apartemen Pancoran Berhasil Bentuk Perhimpunan

Permasalahan apartemen di Jakarta
Oleh Ivan Setyadhi
15 Juni 2015 6:00 PM

Apartemen Riverside Pancoran (foto: istimewa)

Jakarta, Aktual.com- Setelah berjuang berbulan-bulan, penghuni Apartemen Pancoran Riverside, Jakarta Selatan akhirnya berhasil membentuk Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).

Sekretaris Panitia Musyawarah (Panmus) P3SRS, Bayu Setyo mengakui pembentukan perhimpunan itu memang tidak mudah. P3SRS berhasil dibentuk setelah digelar dua kali rapat.

“Setelah berjuang selama berbulan-bulan, warga penghuni Apartemen Pancoran Riveside‎ akhirnya berhasil membentuk P3SRS kemarin,” kata dia, di Jakarta, Senin (15/6).

‎Dituturkan dia, rapat pembentukan P3SRS yang sebelumnya digelar di areal apartemen bahkan sempat mendapat intimidasi pihak developer yang mengerahkan sejumlah preman. Merasa terancam, penghuni apartemen akhirnya memilih menggelar rapat di kompleks TNI Angkutan Udara di Halim, Jakarta Timur.

‎”Dari hasil pemilihan tersebut, Arman Rangkuti ditetapkan sebagai Ketua P3SRS Apartemen Pancoran Riverside periode 2015-2018,” ujar dia.

Seharusnya, kata dia, pembentukan P3SRS dilakukan paling lambat satu tahun setelah serah terima kunci pertama kali kepada para pemilik unit. Namun hal tersebut tak kunjung dilaksanakan developer. Si developer, ujar Bayu, sebaliknya justru bertindak sewenang-wenang. Misal, dengan menetapkan tarif parkir sepihak kepada penghuni. Belum lagi penggunaan biaya dari Building Management (BM) developer juga tidak pernah dipresentasikan secara transparan.

“Ini yang memicu warga untuk bertekad membentuk P3SRS agar mendapatkan kepastian di tempat tinggal sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua P3SRS Apartemen Pancoran Riverside terpilih‎, Arman Rangkuti menegaskan, kegiatan rapat pembentukan P3SRS yang digelar penghuni apartemen ini sudah sesuai dengan peraturan dan Undang-Undang No.20 tahun 2011 tentang rumah susun.

“Apa yang yang dikatakan pengembang apartemen, PT Graha Rayhan Triputra mengenai isu ketidaksahan rencana pembentukan P3SRS sangat tidak benar. Karena organisasi ini dibentuk warga dan untuk warga penghuni apartemen,” ujar dia.

(M Vidia Wirawan)

Sumber: http://www.aktual.com/dihadang-intimidasi-penghuni-apartemen-pancoran-berhasil-bentuk-perhimpunan/

gives you

Kisruh Pengelolaan Apartemen di Graha Cempaka Mas (TV One & Berita Satu)

Kisruh Pengelolaan Apartemen di Graha Cempaka Mas (TV One & Berita Satu) dapat dilihat di Youtube.com sebagai berikut:

Rapat Pertama Pembentukan PPPSRS Kalibata City Warga Murni

Pada tanggal 18 Mei 2015 pada pukul 20.00 malam di Gedung Cawang Kencana berlangsung Musyawarah para pemilik Kalibata City. Mereka ‘terpaksa’ melakukan Rapat di Gedung Cawang Kencana karena tidak dapat menyelenggarakan Rapat di Kawasan Kalibata City, yang notabene adalah rumah mereka, akibat dari intimidasi, ancaman, terror yang telah dialami pada Rapat-rapat yang lalu. Rekayasa negatif secara massive, sistematis dan terstruktur dilakukan dengan unsur-unsur tertentu untuk melawan kemauan para Pemilik yang ingin agar UU No 20 tahun 2011 dapat dilaksanakan dengan konsekuen. Hal serupa juga terjadi pada Rapat Umum pemilik Apartemen Lavande di Gedung  Smesco (UKM) 13 Mei 2015 yang lalu. Bahkan seorang ibu pemilik Lavande ada yang sampai terluka karena kakinya ter-injak oknum Satpam yang mendorong.

Yang agak spesial pada Rapat Umum Pemilik Kalibata City Kemarin adalah hadirnya Dirjen Perumahan Kemen PU Pera Bapak Syarif Burhanuddin, disertai salah satu Direkturnya, juga tidak ketinggalan  2 (dua) orang pejabat dari Dinas Perumahan a.l Bapak Faisal, serta pejabat dari Badan Kesbang DKI Jakarta yang merekam video saat berlangsungnya Rapat.

Syarif Burhanudin - Dirjen perumahan rakyat hadir sebagai bukti ke absahan RUTA Warga Murni Kalibata City tanggal 18 Mei 2015

Dirjen perumahan rakyat hadir sebagai bukti keabsahan RUTA Kalibata City tangga 18 Mei 2015 di Cawang Kencana

Kalibata City - RUTA Warga Murni 1

Rapat berlangsung lancar, penuh kedamaian, dipimpin Ketua Panitia Musayawarah, Wewen.
Disela-sela penundaan Rapat karena tak dicapainya kuorum, diisi dengan Sambutan Ketua Umum KAPPRI, Dirjen Perumahan, serta testimonial dari beberapa pemilik Apartemen Kalibata City.
Antara lain dijelaskan tentang Pasal-pasal 59, 74, 75, 76, 77 UU 20 tahun 2011 yang kebanyakan para Pemilik belum paham, sehingga kurang sadar terhadap hak-hak Pemilik yang dijamin oleh Undang-undang.

Kalibata City - RUTA Warga Murni 5

Kalibata City - RUTA Warga Murni 4
Yang sangat perlu diapresiasi adalah sebuah kemajuan dengan hadirnya pejabat setingkat Dirjen dalam Rapat kemarin. Ini merupakan darah baru, suntikan semangat bagi para Pemilik yang selama ini merasa ada pembiaran Pemerintah terhadap permasalahan yang dihadapi para Pemilik dan Penghuni Sarusun.

Kalibata City - RUTA Warga Murni 2 Kalibata City - RUTA Warga Murni 3
Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta Ika Lestari Adji, Seperti biasa masih ABSEN saja dan hanya mengirim perwakilan. Karena setelah ditunda 2 (dua) kali Rapat belum juga mencapai kuorum, maka Rapat ini ditunda. Hal ini merupakan Rapat yang pertama oleh para Pemilik Kalibata City. Kemudian dalam sebulan akan diselenggarakan Rapat Umum yang Kedua.

Kappri.org

Residents Demand Full Participation (Jakarta Post)

Residents demand full participation | The Jakarta Post
Corry Elyda, The Jakarta Post, Jakarta | Jakarta | Thu, March 12 2015, 8:01 AM

High-rise problems: Apartment residents stage a protest in front of City Hall in Central Jakarta on Tuesday. They demanded the city administration enforce a law related to apartment management. Antara/Vitalis yogi Trisna

High-rise problems: Apartment residents stage a protest in front of City Hall in Central Jakarta on Tuesday. They demanded the city administration enforce a law related to apartment management. Antara/Vitalis yogi Trisna

Residents of a number of strata-title apartment buildings in Jakarta have voiced their concern over the questionable management of their apartment buildings through blogs and social media.

For example, some residents of Kalibata City apartments in South Jakarta have posted their complaints on the jaringkalibatacity.blogspot.com weblog, while dissatisfied residents of The Green Pramuka Apartments in East
Jakarta lashed out on a Twitter account @dgreenpramukaku.

On Tuesday, they took their frustration to the streets.

The residents, grouped under the United Action of Indonesia Apartment Owners and Tenants (KAPPRI), staged a protest in front of City Hall, demanding the city administration settle their disputes with apartment managements.

The group also demanded a proper election of tenants and owners associations (P3SRS), as stipulated by law. Simson, one of the residents, said Law no 20/2011 on apartments stated that management of strata- title apartments should be handed over to the owners and tenants who will later assign a contractor.

“The reality is around 60 apartment complexes are still controlled by the developers,” he said, as quoted by kompas.com, adding that the city administration was supposed to monitor and control apartment management.

Residents who participated in the protest were from ITC Mangga Dua apartments in West Jakarta, Graha Cempaka Emas in Central Jakarta, Green Pramuka in East Jakarta, Kalibata City in South Jakarta and Marina Ancol in North Jakarta.

Issues like unreasonable hikes in maintenance, electricity and water charges as well as the misuse of public and social facilities for commercial purposes usually emerge as issues when apartment residents are unsatisfied with financial reports or are not involved in the P3SRS.

An example cited was the 18-tower Kalibata City complex. The management of the building, PT Prima Buana Internusa, a subsidiary of the developer Agung Podomoro Group, increased the maintenance costs from Rp 2.3 million (US$174.8) per year in 2014 to Rp 3.29 million per year this year for Kalibata Residence and Kalibata Regency and Rp 4.5 million to Rp 6.1 million for Kalibata Green.

One of the residents, Umi Hanif, said the management had failed to produce convincing financial reports on the income and expenditure of the maintenance costs when the residents asked for transparency.

Umi, who has been living in Kalibata City since 2011, said the tenants were also not informed about the formation of the P3SRS in Kalibata City. “Without the residents being told anything, we heard the committee members for the [election of the P3SRS] had been inaugurated,” she said.

Umi said the committee could decide the eligible candidates for P3SRS membership. “However, many of the committee members are related to the management or developer,” she said.

Responding to the complaint, general manager of Kalibata City Evan T Walad denied the formation of the committee to hold the election for the P3SRS was unilateral. He said that as a representative of the developer, his company fully supported the formation of the P3SRS and would facilitate it.

Evan said he would also be available to meet residents who were unsatisfied with the committee.

“We will try to accommodate all interests in forming the P3SRS. We have around 13,000 residents, so it will be hard to satisfy everyone,” he said, as quoted by kompas.com.

*******************
Please click/tap here to find the solutions for apartemen management : https://kappri.org/2015/03/03/solusi-penertiban-pengelolaan-rumah-susun/
Also information from owners and tenants of Kalibata City complex are available here : http://jaringkalibatacity.blogspot.com/

Demo Warga Rusun Jakarta Tentang Penegakan UU Rusun Yang Diabaikan PEMDA DKI Jakarta (Citizenjurnalism.com)

11046484_10205157485189804_8197641460410840499_n

Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam kesatuan Aksi Pemilik & Penghuni Rumah Susun Indonesia (KAPPRI) melakukan unjuk rasa di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, dan Kantor dinas perumahan DKI Jakarta, Selasa (10/3).

Mereka menuntut Penegakan Undang-Undang Rusun no.20 th 2011, dan memberikan sangsi kepada developer karena melanggar undang-undang yang ada, serta digantinya seluruh pengurus Perhimpunan Penghuni dan Pemilik Satuan Rumah Susun (P3SRS) yang bukan dari kalangan pemilik dan penghuni rumah rusun.

Menuntut Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk segera menyelesaikan permasalahan antara KPPRI dengan pihak pengembang/developer, dimana dalam undang-undang rusun dinyatakan jelas bahwa tugas dan kewajiban Pemda sebagai Dewan Pembina P3SRS.

Video Rekaman Demo:

Demo Warga Rusun (Suara.com)

Puluhan warga yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Pemilik dan Penghuni Rumah Susun Indonesia (KPPRI) melakukan unjuk rasa di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Selasa (10/3). Dalam unjuk rasa tersebut warga yang mayoritas penghuni rumah susun dan apartemen tersebut menuntut digantinya seluruh pengurus Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) yang bukan dari kalangan pemilik dan penghuni rumah rusun/apartemen, serta menuntut Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama (Ahok) untuk segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara KPPRI dengan pihak pengembang/developer. [suara.com/Kuriniawan Mas’ud]

undefined

undefined

undefined

undefined

Sumber: http://www.suara.com/foto/2015/03/10/124236/demo-warga-rusun