Apartemen Kalibata City
Apartemen Kalibata City (sumber: kalibata-city.com)

Jakarta – Penghuni Apartemen Kalibata City memprotes kenaikan iuran pemeliharaan lingkungan (IPL) 2015 yang diberlakukan sepihak oleh Badan Pengelola (BP) Apartemen Kalibata City. Dalam pengumuman yang dikeluarkan General Manajer Badan Pengelola Kalibata City, Rusli Usman pada 3-31 Desember 2014, IPL untuk Apartemen Kalibata City (Residences dan Regency) naik Rp 2.000 dari Rp 7.385 menjadi Rp 9.385 per hari atau sekitar Rp 3,29 juta per tahun. Sedangkan IPL untuk Apartemen Kalibata City (Green Palace) naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 12.000 per hari atau Rp 4,38 juta per tahun.

Tarif baru IPL tersebut berlaku efektif 1 Januari 2015 dan wajib dibayar hingga batas waktu 15 Januari 2015. Jika penghuni tidak membayar sampai batas waktu jatuh tempo, maka akan didenda oleh BP Kalibata City, bahkan terancam pemutusan listrik.

Hal inilah yang membuat penghuni apartemen memprotes kebijakan sepihak BP Apartemen karena dibuat tanpa dibicarakan atau dinegosiasikan dengan penghuni dan pemilik apartemen.

Terkait dengan itu, penghuni apartemen akan mengadakan dialog sekaligus menyampaikan tuntutan kepada BP Apartemen dengan menggelar aksi “Geruduk” di Balai Warga, Tower Gaharu Lantai 1, Apartemen Kalibata Residences, pada 28 Januari 2015 pukul 19.00 WIB.

Dalam selebaran yang diedarkan di semua tower Apartemen Kalibata City, pihak penyelenggara mengimbau warga Apartemen Kalibata untuk menghadiri acara dialog tersebut. Selain menyebarkan undangan di berbagai tower, pihak penyelenggara juga membuat pengumuman di jejaring sosial, seperti Twitter, dengan tanda pagar (tagar) #TolakIPL2015, #SaveKalibataCity dan #WargaBergerak.

“Untuk segala penindasan di rumah sendiri, hanya ada satu kata: Lawan,” demikian bunyi selebaran yang ditempel di lift dan diedarkan kepada penghuni apartemen.

Penulis: Jeanny Aipassa/AB

Sumber: http://www.beritasatu.com/aktualitas/244003-penghuni-kalibata-city-protes-kenaikan-iuran.html