Category Archives: Boyamin Saiman

Saurip Kadi Menang Gugatan Praperadilan Penangkapan Tidak Sah Di PN Jakpus dan Akan Dilanjutkan Gugatan Ganti Kerugian Secara Perdata

PRESS RELEASE

  1. Bahwa pada hari ini, Rabu tanggal 16 September 2015, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah memenangkan gugatan Praperadilan Penangkapan Tidak sah yang diajukan oleh Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi dan Suresh Bhagwandas Bhavnani melawan Kapolrestro Jakarta Pusat dan Kapolsektro Kemayoran. Hakim Tunggal sidang Bapak Abdul Kohar, SH, Panitera Pengganti Ibu Yeti dengan perkara No. 08/ PID.PRAP/2015/PN.Jkt.Pst;
  2. Bahwa Pemohon beserta 3 orang lainnya sebagai Pemilik Satuan Rumah Susun (Sarusun) Grha Cempaka Mas (GCM) telah dijadikan korban kriminalisasi melalui Penangkapan tidak sah pada kurun waktu sekitar tanggal 20-21` Januari 2014 oleh Kepolisian Metro Jakarta Pusat; ditangkap sekitar jam 19.00 tanggal 20 Januari 2014, dibawa ke kantor polisi dengan mobil tahanan, jam 03.00 tanggal 21 Januari 2014 dilakukan BAP oleh polisi reserse sampai jam 06.00, baru jam 07.00 dilepas boleh pulang.
  3. Bahwa proses penangkapan dengan cara kasar, terjadi pemukulan pinggang terhadap Saurip Kadi, HP dan KTP dirampas, namun tanpa adanya surat penangkapan dan juga tidak didasari alasan ditangkap karena melakukan tindak pidana.
  4. Bahwa atas dasar tidak rela karena ditangkap dan disita barangnya dengan cara semena-mena melanggar HAM dan melanggar KUHAP maka diajukan gugatan Praperadilan pada tanggal 21 Agustus 2015 dan setelah melalui proses persidangan selama 7 hari berturut-turut maka hari ini tgl 9 September 2015 gugatan telah dimenangkan;
  5. Bahwa isi putusan berisi pada intinya :
    a. Menyatakan TIDAK SAH tindakan Para Termohon melakukan Penangkapan terhadap  Pemohon I dan Pemohon II;
    b. Menyatakan Tidak Sah tindakan Penangkapan oleh Para Termohon dengan alasan tidak adanya Surat Perintah yang sah, dan tidak berdasar KUHAP, serta tidak adanya dugaan tindak pidana yang mendasari penangkapan;
  6. Bahwa terhadap gugatan ganti rugi atas penangkapan tidak sah Hakim tidak mengabulkan dengan alasan tidak ada Undang-Undang yang mengatur, padahal Para Pemohon menuntut ganti rugi sebesar Rp. 5,5 Milyar dan denda Rp. 100.000,-
  7. Bahwa terhadap putusan ini Kami menyatakan menerima dan dengan belum dikabulkannya ganti rugi akan menindaklanjuti dalam bentuk Gugatan secara perdata atas Perbuatan Melawan Hukum oleh para Termohon Kepolisian Metro Jakpus;
  8. Bahwa kemenangan gugatan ini telah melengkapi kemenangan sebelumnya Putusan Praperadilan Penetapan Tersangka tidak sah oleh Pengadilan Jakarta Pusat pada hari Jum’at tanggal 11 September 2015 nomor perkara 09/ PID.PRAP/2015/PN.Jkt.Pst. Atas penangkapan yang tidak sah, Saurip Kadi dkk telah ditetapkan Tersangka namun sudah dimentahkan dengan putusan Praperadilan. Saurip Kadi dkk telah menang dua kali;
  9. Bahwa perkara ini awalnya adalah sengketa manajemen pengelolaan fasilisitas umum dan fasilitas sosial apartemen antara penghuni/pemilik apartemen dengan Pengelola dari Pengembang PT Duta Pertiwi. Penghuni/Pemilik apartemen merasa berhak atas dasar Undang-Undang untuk mengelola dirinya termasuk fasilitas umum dan fasilitas sosial yang didalamnya rekening listrik/air, namun hal ini tetap dikuasa Pengelola Pengembang sehingga menimbulkan konflik dimana Kepolisian kurang tepat memnempatkan diri karena tidak membela warga penghuni/pemilik yang sah. Kedepan semestinya polisi harus membela kebenaran dan keadilan untuk mencegah kekalahan Praperadilan berulang kembali;

Jakarta, 16 September 2015
Kuasa Hukum Para Pemohon

BOYAMIN SAIMAN dan HARJADI JAHJA, SH.MH. ( HP. 08122611739)

Menang Praperadilan, 2 Tersangka Perusakan Gembok Akhirnya Bebas (Liputan6.com)

 By

Liputan6.com, Jakarta – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan 2 warga Apartemen Graha Cempaka Mas, atas penetapan tersangka oleh Polres Metro Jakarta Pusat.

2 Warga yang bernama Mayjen TNI Saurip Kadi dan Charly Siantury itu dijadikan tersangka, kasus dugaan perusakan gembok panel gardu listrik di Apartemen Graha Cempaka Mas, oleh pengelola apartemen, yakni PT Duta Pertiwi Tbk.

“Menyatakan mengabulkan permohonan para Pemohon untuk seluruhnya. Menyatakan, penetapan Pemohon I dan Pemohon II sebagai tersangka oleh‎ pihak Termohon (PT Duta Pertiwi),” kata Ketua Majelis Hakim Tunggal Sukotriono di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Jumat (11/9/2015).

Pengacara para Pemohon, Boyamin Saiman mengatakan, kasus ini bermula saat Saurip bersama sejumlah warga membuka gembok panel gardu listrik di Apartemen Graha Cempaka Mas pada 20 Januari 2014. Tindakan Saurip dan warga itu dilaporkan PT Duta Pertiwi ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya 12 Juni 2014, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan Saurip dan Charly sebagai tersangka dugaan perusakan gembok panel gardu listrik. Tak terima atas penetapan tersangka itu, keduanya mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada akhir Agustus 2015.

Boyamin mengatakan, kliennya bukan berniat merusak panel gardu listrik. Justru warga apartemen ingin memperbaiki listrik yang mati ketika itu.

“Mereka itu cuma ingin memperbaiki listrik yang mati. Sudah begitu, gemboknya itu gembok yang dibeli lewat iuran warga. Artinya, milik warga, bukan milik pengelola,” ujar dia.

Kini, upaya Suarip dan Charly membuahkan hasil. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan mengabulkan praperadilan atas penetapan tersangka itu.

Majelis Hakim dalam pertimbangannya menilai, upaya Saurip dan Charly bukan perusakan, tetapi memperbaiki kelistrikan yang rusak. Kemudian, bukti-bukti dalam penetapan tersangka itu juga dipertimbangkan Majelis Hakim tidak lengkap.

“2 Alat bukti untuk penetapan itu dianggap tidak cukup. Penyidik hanya mengajukan laporan polisi sebagai bukti. Sementara bukti-bukti lain terhadap perusakan, seperti saksi-saksi dan dokumen-dokumen lain tidak cukup kuat,” ujar dia.

Boyamin menilai, putusan Majelis Hakim sudah tepat. Dia pun mengapresiasi hakim dapat memutus secara objektif. “Putusan ini juga menjadi warning, bahwa penegak hukum jangan main asal menetapkan tersangka. Haruslah sesuai barang bukti,” ucap dia.

Sementara Biro Hukum Polda Metro Jaya yang mewakili Polres Metro Jakarta Pusat belum bersedia berkomentar atas putusan praperadilan ini. (Rmn/Ein)

Sumber: http://news.liputan6.com/read/2315517/menang-praperadilan-2-tersangka-perusakan-gembok-akhirnya-bebas