Category Archives: Garin Nugroho

Surat kepada Garin Nugroho

Yang Terhormat Saudara Garin Nugroho

Nama saya Krismanto Prawirosumarto, saya memperjuangkan diterapkannya Undang-Undang No. 20 Tahun 2011 yang sampai sekarang tak kunjung timbul Peraturan Pemerintah-nya sebagai aturan pelaksanaannya. Undang-undang itu mengatur Rumah Susun dan Apartemen. Disana sangat banyak permasalahan yang timbul akibat penjual tidak memberikan hak-hak yang seharusnya diterima Pembeli.

Hak-hak yang jadi masalah:
1. Hak kepemilikan, ada hak Pribadi Pembeli, ada hak Bersama para Pembeli yang lain.
2. Karena hak kepemilikan bermasalah lalu hak lain jadi tak dapat dilaksanakan seperti hak memanfaatkan, disewakan atau dipakai sendiri.
3. Hak untuk memindahkan hak milik seperti Jual, hibah, waris
4. Hak mengelola barang milik. Hak ini diambil penjual agar dia punya usaha pengelolaan selamanya, padahal Undang-undang mengatakan bahwa harusnya hak itu menjadi hak Perhimpunan para Pemilik, yang tergabung dalam PPPSRS. Dalam Rusun ada milik Pribadi ada milik Bersama seperti parkir, kolam renang, ruang gym, lift, fasilitas umum.
5. Dilakukan Rekayasa agar PPPSRS ini dikuasai penjual dan anteknya. Agar hak pengelolaan jangan jatuh ke Pemilik, karena mengelola Rusun menguntungkan. Berarti ada yang dirugikan yaitu para pemilik. Mestinya sesuai Undang-undang para Pemilik dalam PPPSRS bisa merundingkan tarif-tarif pengelolaan. Karena rekayasa, tarif ini ditentukan sendiri oleh pengembang lewat PPPSRS ciptaan-nya.
6. Daerah milik Bersama disewakan dan uangnya diambil pengembang seperti sewa parkir (dirumah sendiri kok sewa), daerah Kolam renang, gymn, balai warga, koridor, lobby, dsb.
7. Karena warga dibuat tidak berdaya maka pengelola bisa Memberikan Fasilitas transaksi sex seperti yang heboh di Kalibata City.
8. Para pemilik tidak pernah menerima laporan keuangan atas uang yang mereka kumpulkan.
9. Segala tarip tidak pernah dirundingkan dengan para Pemilik, tetapi dipaksakan. Yang tidak setuju listrik/air dimatikan. Padahal memutus listrik/air itu wewenang PLN/ PDAM. Kalau korban lapor polisi, mereka telah siap Karena polisi telah di-“bina”.
10. Para kritisi dibuat mati kutu lewat laporan polisi, kriminalisasi dll. Para korban ada yang berjuang di Pengadilan, Sebagian bisa menang TAPI banyak yang kalah Karena Rekayasa.
11. Banyak lagi masalah yang pasti saudara sebagai tokoh perfilman telah tahu.
12. Dan banyak lagi.

Hak-hak warga negara yang dilindungi Piagam Jenewa juga dilanggar, seperti:
1. Hak memilih dan dipilih dalam kepengurusan PPPSRS.
2. Hak suara yang harus diakui. Hak suaranya dibelokkan sehingga pengembang yang punya banyak unit ingin bersuara lebih seperti di perusahaan. Dalam UU hak suara tidak tergantung kekayaan, tetapi sama buat semua.
3. Hak berpendapat dan menyampaikan pendapat.
4. Hak berkumpul dan berserikat.
5. Hak bebas dari kekurangan.
7. Hak bebas dari ketakutan atas ancaman, diskriminasi, teror dll
8. Hak memperjuangkan kebahagiaan
9. Hak bebas Untuk bebas.

Rekayasa kepemilikan ini juga dilanjutkan di Pasar modal.
Pengembang Besar telah Masuk bursa efek.
Unit Rusun, Tanah Bersama yang telah Dijual masih didaftarkan sebagai milik pengembang Untuk membentuk Harga saham. OJK membiarkan saja. Dalam laporan keuangan harta para pembeli dilaporkan sebagai harta penjual, karena tidak dilakukan Balik Nama. Apabila perusahaan pengembang yang telah listing ini pailit, Pasti harta para pembeli Akan jatuh ke tangan kurator, dan para pembeli akan dianggap Pemegang saham, yang akan mendapat jatah terakhir, karena kurator harus membayar hutang-hutang perusahaan yang pailit.

Saya sebagai aktifis perjuangan banyak punya bukti yang layak dipakai. Para korban yang ribuan jumlahnya merindukan adanya film Dengan tema itu.

Banyak para korban yang bersedia membantu dalam film, juga mereka siap pasti akan membawa keluarganya menonton.
Pembuatan film ini akan menjadi sumbangan nyata Saudara kepada ribuan masyarakat korban rekayasa, dimana Pemerintah masih membiarkan, bahkan pejabat terkait banyak yang asyik ber-KKN.

Kita bisa juga berbicara adanya cara-cara yang massive, sistematis, terstruktur terhadap pelanggaran HAM disini.
Rakyat banyak perlu ditolong, Anda sangat berpotensi melakukan pertolongan dengan mengangkatnya dalam karya cinematography.

Saya menunggu respons saudara.

Terima kasih, Salam Kappri, klik www.kappri.org atau FB kappri.

Salam perjuangan, Rakyat Bersatu tak dapat dikalahkan.

Krismanto Prawirosumarto
http://www.kappri.org