Category Archives: kepengelolaan

Deklarasi Kemerdekaan Warga Graha Cempaka Mas

Warga Graha Cempaka Mas (GCM) menyatakan telah MERDEKA dari penjajahan PT Duta Pertiwi Tbk yang telah melakukan bisnis ilegal selama belasan tahun di GCM.

Deklarasi Kemerdekaan GCM 1 Deklarasi Kemerdekaan GCM 2 Deklarasi Kemerdekaan GCM 3 Deklarasi Kemerdekaan GCM 4 Deklarasi Kemerdekaan GCM 5 Deklarasi Kemerdekaan GCM 6 Deklarasi Kemerdekaan GCM 7

Deklarasi Kemerdekaan GCM 8 Deklarasi Kemerdekaan GCM 9

Kronologi Kejadian Konflik pada Aksi Warga GCM 1 juni 2015

Di Tower C1 Lantai 5 Apartemen Graha Cempaka Mas, jam 16.00 sampai dengan jam 22.00.

Sebelumnya kuasa hukum PPRS GCM, LBH Pekat, telah beberapa minggu meminta bertemu dengan orang yang mengaku sebagai kuasa hukum Pengelola (PT Duta Pertiwi), Hokli Lingga, yang dituduh warga melakukan teror pemadaman listrik tanpa hak. Beberapa hari sebelumnya akibat teror pemadaman listrik warga telah berusaha menyerang kantor Pengelola namun berhasil ditahan oleh pihak Kepolisian.

Pihak Kepolisian RI, diwakili Kapolres dan Kapolsek beritikad baik memfasilitasi pertemuan LBH Pekat, diwakili Bapak Bob Hasan dan Ridwan, bersama warga GCM, dengan Hokli Lingga mewakili Pengelola GCM. Pertemuan berlangsung di ruang PPRS yg diduduki secara tidak sah oleh Pengelola, dengan pengawalan puluhan satpam Pengelola yg menghalangi warga masuk ke ruang PPRS GCM. Pada pertemuan tersebut Hokli Lingga tidak dapat menunjukkan surat kuasa dari PT Duta Pertiwi. Bapak Bob Hasan meminta jika Hokli dapat menunjukkan surat kuasa maka pertemuan dapat berlanjut hari Kamis, namun jika tidak maka pertemuan harus dilanjutkan di Polres. Hokli juga mengakui tidak memiliki hak penguasaan atas ruangan PPRS di Tower C1 Lantai 5 yang digunakan sebagai tempat negosiasi.

Alternatif solusi diusulkan oleh LBH Pekat berupa surat pernyataan tidak akan mematikan listrik agar ditandatangani Hokli. Namun alternatif ini ditolak oleh warga, mengingat hal serupa telah dilanggar berulang kali oleh Pengelola, bahkan hasil dengar pendapat DPR RI maupun surat Kepala Dinas Perumahan DKI juga telah dilanggar oleh Pengelola.

Warga yang dipimpin korlap Bapak Mustad, salah satu pemilik sarusun GCM, menuntut agar Polisi menangkap Hokli karena dinilai telah memerintahkan melakukan tindak teror pada warga. Ditengah negosiasi sejumlah preman dari dalam ruang Pengelola di sebelah ruang PPRS menyerang warga dengan cairan kimia yg menyebabkan kulit gatal dan kemerahan. Hal ini memicu warga melakukan siraman air balasan.

Bapak Mayor Jenderal TNI (purn) Saurip Kadi bersama Bapak Herman Rachman masuk ke ruang negosiasi setelah kembali dari pertemuan dengan Menteri Pupera jam 17.00, yang membahas masalah konflik di GCM. Bapak Mayjen TNI (purn) Saurip Kadi memberikan jaminan keselamatan pada Hokli utk meninggalkan lokasi. Dikawal oleh LBH Pekat Hokli turun ke lobby C1.

Dalam proses keluarnya Hokli terjadi bentrok antara warga dengan satpam dan preman Pengelola. Bapak Mayjen (purn) TNI Saurip Kadi terluka tangannya oleh Satpam Pengelola. Warga diserang dengan puluhan APAR yg sudah disiapkan sebelumnya oleh Pengelola. Warga dipukul mundur dengan serangan gas APAR sampai ke tower C2. Warga berhasil merebut sebuah APAR yg disiapkan pihak Pengelola dan melakukan serangan balik. Sebanyak 4 orang warga, termasuk korlap warga Bapak Mustad dikurung di ruang PPRS dalam kondisi gas APAR menyesakkan nafas selama beberapa lama sehingga terancam jiwanya. Wakil warga Ibu Heddy kemudian ditemani Kepolisian utk memastikan tidak ada warga lain yg dikurung dan agar para satpam dan preman Pengelola keluat dari Tower C1.

Pihak kepolisian mengambil sikap tegas membubarkan satpam PT Duta Pertiwi. Namu sejumlah Preman dan Satpam berkeras bertahan di ruang Pengelola dan terus menyerang warga dengan APAR dan cairan kimia.

Hingga akhirnya ketua PPRS GCM Bapak Toni Soenanto datang dan selaku wali amanah milik bersama warga memerintahkan agar pintu didobrak. Warga pemilik sarusun tower C1 kemudian membuka paksa pintu kantor Pengelola dan memaksa para perusuh untuk keluar dan diserahkan kepada aparat kepolisian. Sempat terjadi kerusuhan di dalam ruang Pengelola sebelum kemudian seluruh perusuh berhasil di evakuasi oleh pihak kepolisian.

Beberapa staf pengelola diam-diam berusaha masuk untuk mengambil sesuatu. Hal ini menimbulkan kemarahan warga mengingat seluruh aset kantor Pengelola merupakan milik bersama warga.

Pihak kepolisian kemudian memutuskan memasang garis polisi di pintu masuk ruang Pengelola dan ruang PPRS.

Setelah itu warga berkumpul di pelataran lantai 5 dipimpin oleh Bapak Mayjen TNI (purn) Saurip Kadi selaku Dewan Penasehat PPRS, Bapak Tonny Soenanto selaku Ketua PPRS, dan Bapak Bob Hasan dari LBH Pekat. Pada pertemuan tersebut PPRS menyatakan memutuskan mengganti Pengelola dengan Pengelola baru sementara dari LBH Pekat didukung swadaya warga PPRS GCM.

Penggantian Pengelola GCM 1 Penggantian Pengelola GCM 2 Penggantian Pengelola GCM 3 Penggantian Pengelola GCM 4 Penggantian Pengelola GCM 5 Penggantian Pengelola GCM 6 Penggantian Pengelola GCM 7

Penggantian Pengelola GCM 8 Penggantian Pengelola GCM 9 Penggantian Pengelola GCM 10

Advertisements