Jangan Beli Apartemen

JANGAN BELI APARTEMEN / MALL….

53 ALASAN….

JUAL APART/MALL ANDA.

RUSUNAWA AKAN DIPERBANYAK…..

RUSUNAWA SETINGKAT RUSUNAMI LG DIUSULKAN PEMB NYA TERMASUK MALL DGN HAK SEWA….
Hidup di apartemen tdk nyaman…
Penuh dgn biaya2 macam dan mahal/ tinggi.

Hak2 perdata dan hak milik pembeli jarang dikasi kpd warga apart.

Buanyak sekali biaya2..
Spt

1.lpl / service charge….mahal sekale…ditentukan sepihak oleh pengemban dan tdk ada laporan keuangan.

2. Tarif parkir yg mahal padahal lahan parkir milik warga apart…

3. Listerik mark up…mahal sekale…diatas tdl pln

4. Sin king fand…..tampa laporan keuangan dan gak jelas penggunaannya.

5. Pbb yg gak jelas….

6. Sertifikat unit puluhan tahun tdk diberi….

7. Asset milik bersama tdk diserahkan kpd warga.

8.Sertifikat induk/tanah tdk dibalik nama..

9. bagian bersama digelapkan dan disertifikatkan jadi milik developer.

10. Pertelahan tdk pernah diberi

11. Ajb banyak sekali yg belum ada…

12. Puluhan tahun hanya ppjb…

13. Dinas perumahan tdk menegakkan uu no. 20/2011 dan tdk berani tegur developer

14. Belum ada pp/ permen yg pro calon pembeli apart….

15. Listerik diputuskan karena masalah ipl…

16. Kriminalisasi kpd warga yg protes…

17. Kriminalisasi kpd warga yg menuntut hak2 nya…

18. Mobil warga apart digores2, dibaret, digembosin apabila tuntut haknya.

19. Banyak preman2 yg nakut2in warga yg berjuang.

20. Laporan keuangan tdk jelas.

21. Benda/ bagian bersama dirubah dan dikomersilkan.

22. Fasum /fasos berubah fungsi malahan ada yg dibangun tower lagi.

23. Mall….kios dan unitnya digembok gara2 masalah ipl atau sinkin fund.

24. Mall itc rata2 service charge ro 125rb/m2.
Gile😁😁😁.

25. Pprs / p3srs masih didominasi orang2 developer.

26. 99% Badan pengelola berasal dari perusahaan developer.

27. Bphtb/bea perolehan hak atas tanah dan bangunan dibayar dimuka, tdk disetor ke kantor pajak.
Uangnya diputar dan ajb ter tunda2.

28. Service Charge & Sinking fund naik secara sepihak.Bayar tarif lama listrik di putus.

29. Pembayaran Service charge, Sinking Fund,Listrik & Air masuk ke rekening Virtual account yg tidak jelas siapa pemilik rekening tersebut. Bukan masuk rekening P3SRS yg di Syaratkan oleh AD/ART atau
KEPMEN NO 06 KPTS/BKP4N.

30. Bagian bersama,Benda bersama & Tanah bersama dikomercialkan & uang masuk ke kantong developer.

31. Fasilitas umum seperti lahan parkir, ruang serba guna, auditorium, ruang fitness dll disetifikatkan menjadi atas nama Developer.

32. Satu Karyawan developer bisa menjadi pengurus P3SRS Di beberapa lokasi RUSUN. Bahkan ada yg menjadi Pengurus P3SRS di RUSUN A & menjadi PROPERTY MANAGER di RUSUN B.

33. Tagihan Service Charge, Listrik & Air dikenakan PPN 10% & ada jasa operator 10%

34. Listrik token voucher masih kena abodemen progressive, dengan alasan biaya perawatan padahal cuma ganti MCB doank
(Pake gak pake, meteran akan potong pulsa listrik/bln)

35. 2meteran air dengan 2abodemen
Air kotor apartemen di WTP-kan dan dijual lagi ke warga untuk flush kloset dan jetspray cebok

36. Vendor luar masuk bayar sewa IDcard, tarif service AC jadi mahal

37. Monopoly vendor
Dengan tarif rampok

38. Beberapa apartemen juga di monopoly agen property yg ditunjuk
(masih sodaranya semua)
Penjualan/sewa personal, dikenakan potongan sampai 3%

39. 99% sertifikat tanah/ seetifikat induk masih nama pemilik developer dan akan tetap milik dev yg seharusnya milik bersama pemilik rusun.

40. Dev/pngemban menjual kertas brosur dan belum membangun…
Sangat rawan dan peetanggung jawaban dp dan angsuran tdk terjamin.

42. Ppjb penuh dgn perangkap yg merugikan calon pembeli dan memberi kekuasaan yg besar kpd developer untuk kuasai apart yg sdh dijualnya.

43. P3srs akan dihambat pembentukannya ada yg sampai 7 thn belum ada p3srs.

44. Kalau p3srs dibentuk, biasanya rekayasa developer dgn mengerahkan karyawan dev tsb dari puluhan apart lainnya.

45. Developer sdh punya perusahaan pengelolaan sendiri……
Warga tdk akan diberi hak2 pengelolaan …

46. P3srs asli warga paling hanya 3 sd 5 apart dari ratusan apart.

47. Terjadi gugat menggugat antar warga apart melawan developer.

48 terjadi juga saling lapor tindak pidana antar warga apart melawan developer.

49. Sangat rawan hidup di apart dgn saling gugat dan lapor tindak pidana.

50. Satpam apart bukannya mengamankan warga tetapi me mata2 in warga demi kekuasaan developer.

51. Satpam apart,/mall hampir semua dibawah kendali badan pengelola/ developer dan bukan dibawah pppsrs…
Jadi kekuasaan dev yg dijaga satpam…

52. Outsoursing/ perusahaan penyedian tenaga keamanan juga milik developer..

53. Asset apartemen yg sdh dijual masih diakui milik developer dan dimasukkan sbg assetnya dlm profil perusahaan di bursa saham.

54. Dst……..

Tunda dan batalkan pembelian apartemen/mall baru.

Kesusahan dan biaya, berat menunggu anda di apart/mall.

Hak milik/hgb tdk muncul2 dan tdk ada kepastian hukum ttg kepemilikan anda.

%d bloggers like this: