Tag Archives: duta pertiwi

PN Jakpus Cabut Status Tersangka Mayjend (Purn) Saurip Kadi (Detik.com)

detikNews / Berita / Detail Berita

Rivki – detikNews
Advertisements

Video: Listrik Diputus, Penghuni Apartemen Ngamuk (viva.co.id)

Metro

Mereka menggeruduk dan mengambil alih paksa kantor pengelola

Selasa, 2 Juni 2015 | 10:27 WIB
Oleh : Daurina Lestari

Video: Listrik Diputus, Penghuni Apartemen Ngamuk

Listrik diputus, penghuni apartemen cempaka mas ngamuk (kabar pagi-tvOne)
VIVA.co.id – Penghuni apartemen Graha Cempaka Mas, Kemayoran, Jakarta Pusat menggeruduk dan mengambil alih paksa kantor pengelola, Senin malam, 1 Juni 2015. Hal itu dilakukan karena mereka tak terima listrik diputus secara sepihak oleh pengelola.

Warga yang emosi mengusir semua petugas dan satpam menggunakan alat pemadam kebakaran. Kericuhan semakin parah saat kuasa hukum pengelola yang disandera warga dievakuasi oleh petugas kepolisian. Akibat aksi tersebut, kantor pengelola apartemen rusak pada bagian pintu kaca.

Pihak pengelola apartemen Cempaka Mas, PT Duta Pertiwi, mengatakan, pemutusan listrik terpaksa dilakukan karena sejumlah warga tidak membayar tagihan listrik selama dua tahun. (Warga telah membayar listrik kepada P3SRS yang sah)  Lihat videonya di sini.

Sumber: http://metro.news.viva.co.id/news/read/633020/video–listrik-diputus–penghuni-apartemen-ngamuk

Tegakkan Wibawa Pemerintah dengan Melarang RUTA Developer Versi Manapun

Yang Terhormat: Kadis Perumahan DKI

Terdapat info bahwa Dinas Perumahan akan HADIR pada RUTA  versi Duta Pertiwi (DUTI) 12 Februari 2015 (besok sore) di Hotel Patra Jasa Cempaka Putih.

Dinas Perumahan DKI

Apabila itu sampai terjadi dengan terpaksa kami warga Graha Cempaka Mas (“GCM”) akan berhadapan dengan jajaran Dinas Perumahan DKI Jakarta.

Kami harus menegakkan wibawa Pemerintah yang telah melarang RUTA Developer versi manapun.

Dan merupakan kebohongan besar apabila jajaran Dinas Perumahan DKI  tidak tahu menahu bahwa P3SRS Agus Iskandar adalah boneka DUTI dan RUTA tersebut hanyalah siasat untuk kepentingan  legalitas DUTI semata. Karena mereka telah habis waktu masa baktinya pada tanggal 3 Februari 2015 yang telah lalu.

Alasan untuk  pertanggungjawaban P3SRS mereka kepada warga dapat dengan mudah diakomodasi pada RUTA yang akan diselenggarakan atau difasilitasi oleh TIM PEMDA sebagaimana yang telah dibentuk dengan KEPUTUSAN GUBERNUR  DKI JAKARTA.

Sementara itu pengurus P3SRS (Bentukan warga melalui RULB yang DIFASILITASI oleh DINAS PERUMAHAN DAN GEDUNG DKI JAKARTA) tetap patuh tidak menyelenggarakan RUTA yang sesuai AD – ART dilaksanakan pada akhir Januari 2015 lalu.

Serta pengurus P3SRS GCM juga telah memberi jaminan tertulis bahwa sampai dengan kepengurusan baru hasil RUTA yang akan  difasilitasi oleh TIM bentukan Pemda DKI, PT. DUTI ( DUTA PERTIWI) tetap bertindak sebagai BADAN PENGELOLA APARTEMEN GRAHA CEMPAKA MAS.

Semoga jajaran Dinas Perumahan TIDAK  MENISTAKAN KEBENARAN dan menutup HATI NURANI masing-masing dan  menghinakan wibawa diri sendiri selaku bagian dari Pemerintah, sebaliknya mari kita bersama-sama warga GCM menegakkan UU dan tidak memberi kesempatan untuk DUTA PERTIWI sebagai perusahaan GO PUBLIK terus melakukan bisnis illegal.

Terima kasih.

Salam,

Saurip Kadi

Graha Cempaka Mas

Tembusan:
1. Kepala Staf Kepresidenan
2. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
3. Kapolda Metro Jaya
4. Gubernur DKI
5. Dir Reskrim Umum Polda Metro Jaya
6. Kapolres Jakarta Pusat

Berakhirnya Kontrak DUTI dengan P3SRS Agus Iskandar Demi Hukum di Graha Cempaka Mas (2)

Update 7 Februari 2015

Graha Cempaka Mas

Teman-teman Warga GCM (Graha Cempaka Mas),

Berakhirnya Kontrak DUTI dengan P3SRS Agus Iskandar Demi Hukum di Graha Cempaka Mas

Graha Cempaka Mas

Dear Rekan Penghuni Graha Cempaka Mas,

Tanggal 3 Februari 2015 kemarin adalah batas akhir masa bakti P3SRS versi DUTI (Duta Pertiwi) Bpk. Agus Iskandar.

Artinya baik secara De Facto maupun De Jure di kawasan RUSUN Graha Cempaka Mas (“GCM”) kini hanya ada 1 (satu) P3SRS, yaitu P3SRS HASIL RULB pimpinan  Bpk Tonny S – Palmer Situmorang (A-10).

Kita juga menang GUGATAN di Pengadilan Negeri JAKARTA PUSAT walaupun dengan NO. Lucunya sdr. Agus Iskandar kemudian kembali ajukan gugatan baru,  tetapi lupa bahwa umur P3SRS otomatis berakhir tanggal 3 Februari 2015  kemarin.

Artinya adalah kontrak DUTI dengan P3SRS Agus Iskandar juga otomatis berakhir demi hukum pada 3 Februari 2015 yang lalu.

Kini secara membabi buta DUTI dengan kroninya, Sdr. Agus Iskandar dan kawan-kawan tanpa mengundang kita selaku penghuni akan mengadakan RUTA tanggal 12 Februari 2015 di Hotel Patra Jasa.

Padahal GUBERNUR DKI telah membentuk TIM Percontohan Penertiban RUSUN untuk 3 kawasan yaitu GCM, ROXY MAS dan ITC MANGGA DUA.

Sementara itu KADIS PERUMAHAN DKI sendiri sudah menerbitkan EDARAN bahwa SEMUA P3SRS yang berada di 3 kawasan RUSUN  obyek percontohan tidak boleh mengadakan RUTA.

Selanjutnya  RUTA akan di selenggarakan oleh panitia  yang akan dibentuk oleh TIM PERCONTOHAN tersebut.

Berkaitan hal-hal tersebut, via pesan ini saya mengajak teman-teman semua, untuk:

1. Menyiapkan phisik dan mental untuk beramai ramai bersatu padu bersama pengurus P3SRS yang sah pimpinan Tonny S – Palmer Situmorang  membantu menegakkan wibawa pemerintah, dengan cara MENCEGAH TERSELENGGARANYA  RUTA diluar yang diselenggarakan oleh TIM PERCONTOHAN bentukan Pemda DKI, terlebih  bila PEMERINTAH dan atau Kepolisian RI sendiri tidak sanggup menghentikan terjadi RUTA ILLEGAL tanggal 12 Februari 2015 tersebut,  sehingga secara nyata pemerintah sendiri dipastikan tidak lagi berkehendak untuk menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana yang diatur dalam UU No. 20 Tahun 2011 tentang RUSUN dengan sungguh-sungguh.

Adapun Komando lebih lanjut akan disampaikan secara parsial dilapangan oleh pengurus P3SRS.

2. Mempercayakan kepada Pengurus P3SRS A-10 (TONY S – PALMER) untuk mengajak DUTI guna  memperbaharui LEGALITAS keberadaan dirinya sebagai BADAN PENGELOLA RUSUN GCM.

3. Bila ajakan baik-baik oleh P3SRS GCM tersebut diabaikan, sesuai hasil rapat malam ini tanggal 4 Februari 2015, maka DUTI  akan kita ganti dengan perusahaan jasa PENGELOLA RUSUN yang lain.

4. Untuk melaporkan kalau ada pihak-pihak lain siapapun mereka,  diluar dwi tunggal  TONY S -Palmer Situmorang, yang mengatasnamakan dirinya sebagai  P3SRS GCM agar dituntut secara pidana, termasuk manakala mereka  melakukan penarikan IPL dari warga.

5. Membayar IPL kepada P3SRS dalam hal ini adalah P3SRS TONY S- PALMER S sebagai satu-satunya P3SRS yang saat ini ada dan sah secara hukum.

Sudah barang tentu bagi warga yg membayar IPL  ke pihak lain, P3SRS GCM tidak bertanggung jawab, dan pembayaran tersebut masuk dalam kategori  ILEGAL.

Demikian himbauan dan ajakan saya, kemenangan perjuangan warga GCM sudah di depan mata.  Mari kita rapatkan barisan untuk menuntaskan tahap akhir perjuangan panjang kita, untuk merdeka dan berdaulat di rumah pekarangan milik kita sendiri yaitu RUSUN GRAHA CEMPAKA MAS.

Thank you dan salam,

Saurip Kadi

Graha Cempaka Mas