Tag Archives: p3srs

P3SRS Terpilih di The Mansion Kemang

Telah dipilih oleh Warga, P3srs di The Mansion at Kemang pada tanggal 21 November 2015 yang dihadiri oleh KAPPRI. Ketua P3srs terpilih adalah ibu Erna Uliasari.

Mansion at Kemang 1

 

Advertisements

Warga Melaksanakan Musyawarah Pembentukan Perhimpunan Pemilik & Penghuni Satuan Rumah Susun The Mansion at Kemang

Warga The Mansion at Kemang melaksanakan Musyawarah Pembentukan Perhimpunan Pemilik & Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) The Mansion at Kemang pada hari Sabtu, 7 November 2015 yang dihadiri oleh ketua KAPPRI, Bapak Krismanto Prawirosumarto.

Mansion Kemang 1

Mansion Kemang 2

Penghuni Apartemen Maple Park Tolak P3SRS oleh Pengembang

antaranews.com
Minggu, 9 Agustus 2015 19:21 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Penghuni Apartemen Maple Park, Jakarta Utara, menolak campur tangan pengembang dalam pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).

“Pengembang ingin P3SRS dibuat oleh mereka dan dipilih oleh mereka,” kata Pengurus Panitia Kerja Pembentukan  P3SRS Maple Park, Rani dalam acara Pembentukan P3SRS di Jakarta, Minggu.

Padahal, kata dia, sesuai Undang-Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun menyebutkan pemilik rusun wajib membentuk P3SRS beranggotakan pemilik atau penghuni yang mendapatkan kuasa.

“Sebagaimana dalam pasal 75 pelaku pembangunan wajib memfasilitasi terbentuknya P3SRS, maka dalam hal ini pengembang tugasnya hanya memfasilitasi, pengembang tidak mempunyai hakuntuk menyelenggarakan atau mengundang warga untuk bermusyawarah dalam pembentukan P3SRS,” katanya.
(R021/R022)


Kecewa Pengembang

Sebagai warga yang telah menghuni sejak 2009, Rani mengaku semakin tidak nyaman dengan ulah pengembang. Hal ini, lanjutnya, juga dirasakan warga lainnya. Bahkan, lanjutnya, AJB (Akte Jual Beli) tidak kunjung selesai.

“Boro2 sertifikat, AJB saja belum beres,” katanya.

Warga Apartemen Mapple Park, Novinda mengungkapkan selama ini, pihak pengembang dengan seenaknya menaikan biaya service charge yang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Selain itu tidak ada transparansi keuangan, pengamanan security tidak ketat, pengelolaan parkir amburadul.

“Dinding bocor dan merembes, sedangkan penanganannya lama, ada rayap di basement sampai lantai atas. Gondola jarang beroperasi, kaca luar gedung kotor dan jarang dibersihkan,” ujarnya.

Rani menjelaskan warga yang tidak puas dengan sikap pengembang apartemen kemudian membentuk Panitia Kerja Musyawarah (Panmus) pada 10 Januari 2015. Warga memberikan surat kuasa kepada tim untuk menjadi panitia kerja (musyawarah pembentukan P3SRS Mapple Park).  Pembentukan panmus ini, lanjutnya, telah dikuatkan dengan akta notaris Nomor 6 pada 8 Juli 2015.

Ia menjelaskan Panitia Kerja Musyawarah telah melakukan Rapat Umum Anggota (RUA) pada 30 Juli 2015 untuk pembentukan P3SRS.

“RUA belum kuorum, sehingga Tim Panmus mengadakan rapat umum anggota yang kedua pada hari ini Minggu, 9 Agustus 2015. Alhamdulillah sekitar 100 warga yang merupakan pemilik dan penghuni telah memilih struktur P3SRS versi warga dengan Ketua Petrus, Sekretaris Novinda, dan Bendahara Chairani,” katanya.

“Semoga hasil RUA keduai ini menghasilkan  Pengurus P3SRS seperti yang kita harapkan yakni jujur, berintegritas dan peduli memajukan keamanan dan kenyamanan Apartemen Maple Park,” demikian Rani.

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/511365/penghuni-apartemen-maple-park-tolak-p3srs-oleh-pengembang

Pembentukan PPPSRS Mangga Dua Court

Jakarta, 20 Juni 2015

Semalam pukul 19:00 berlangsung RULB di Apartemen Mangga Dua Court. Pengurus PPPSRS sebelumnya dipecat oleh warga Anggota PPPSRS karena dalam Rapat Umum Tahunan laporan keuangan ditolak oleh warga Pemilik. Hal ini dikarenakan banyak pengeluaran (uang) yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara benar. Kemudian warga membentuk Panitia RULB.

Rapat semalam juga dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Pengurus PPPSRS yang dipecat. Mereka berdua hadir tetapi tidak mau mengisi daftar hadir seperti aturan tata tertib Rapat. Dalam ketentuan tata tertib anggota yang hadir tetapi tidak mengisi Daftar Hadir tidak mempunyai hak bicara. Kedua “terpecat” tersebut tidak mau mengisi Daftar Hadir karena menganggap Rapat tersebut tidak legal.

Sewaktu si “terpecat” minta waktu untuk bicara, tetapi ditolak oleh pimpinan sidang karena TIDAK mengisi Daftar hadir.  Tapi mereka tetap ngotot dan mengambil mike dan berbicara. Tentu saja peserta rapat lain langsung meneriakkan “Hu………Hu……….!!!” dan mereka berdua marah dengan mengatakan “…kok seperti kebun binatang”. Peserta Rapat yang lain tentu saja menjadi marah besar, hampir saja terjadi baku hantam. Untung bisa dipisah oleh polisi serta peserta rapat yang lain. Kapolsek sampai harus bicara agar situasi kembali sejuk dan damai. Rapat dilanjutkan lagi dan kedua “terpecat” keluar ruang rapat dengan sedih karena diusir oleh Ibu Fifi Tanang sebagai pimpinan sidang. Kemudian Pejabat Dinas Perumahan diminta berbicara. Rapat dapat  dilanjutkan dan terpilihlah Pengurus PPPSRS Yang baru.

Peristiwa Rapat Umum atau RUTA sengaja kita SEBARKAN agar Kawasan lain dapat tahu dan mengambil manfaat serta merapatkan barisan dengan Kawasan lain untuk dapat membentuk PPPSRS.

GIGIH NGOTOT KONSISTEN BERPEGANG PADA UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN. KEBERANIAN TETAP MERUPAKAN FAKTOR UTAMA.

Mendapatkan Hambatan dari Pengembang, Tak Gentar, Warga Rusun Secara Gotong Royong, Mandiri, dan Percaya Diri Bentuk Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Kalibata City

Jakarta 14 JUNI 2015

Perjuangan pembentukan P3SRS Kalibata City yang dirintis sejak 2011 akan segera terwujud hari ini pada 14 JUNI 2015 di auditorium STEKPI/Universitas Trilogi. Perjuangan panjang dan penuh hambatan dari pihak pelaku pembangunan (Pengembang) mulai dari penundaan berlarut-larut, infilterasi dan adu domba warga yang aktif, hingga kriminalisasi dan premanisme tak menghentikan langkah warga untuk terus bergerak.

Tentu masih melekat dalam benak kita semua insiden pengerahan anjing pemburu K9, lalu bagaimana pengembang mengerahkan massa berbayar dan terakhir penyerangan rapat warga pembentukan panitia musyawarah P3SRS (Panmus) untuk mengecilkan nyali warga yang aktif. Namun semua hambatan tersebut tidak mengendorkan semangat perjuangan warga untuk maju terus dengan agenda-agenda lanjutan perbaikan Kalibata City secara konsisten. Termasuk agenda pembentukan RT/RW. Agenda-agenda untuk merubah reputasi rumah susun Kalibata City dari surga prostitusi, narkoba, dan kriminal menjadi hunian yang layak dan manusiawi untuk keluarga para warga DKI Jakarta seperti telah diamanatkan oleh Undang-undang. Agenda-agenda untuk mengembalikan hak warga rusun.

Wewen Zie Ketua Panmus P3SRS menjelaskan “Puji syukur, upaya pembentukan P3SRS tahun ini mendapatkan dukungan yang luar biasa besar dari warga. Hingga hari ini dana telah terkumpul sebesar Rp 54 Juta-an yang berhasil dihimpun secara swadaya dengan gerakan #100ribuperwarga. Belum lagi bantuan lainnya berupa barang, makanan, advokasi, bantuan tenaga, dan publikasi media gratis dari para profesional di bidang terkait yang kebetulan juga jadi warga di sini. Warga merasa terlibat dan punya kepentingan untuk segera terbentuknya P3SRS yang mandiri dari intervensi dan kepentingan pengembang” dia melanjutkan “Musyawarah hari ini (14 Juni 2015 jam 14.00) di auditorium STEKPI/Universitas Trilogi adalah musyawarah II hasil penundaan musyawarah I yang dilaksanakan di Cawang Kencana pada 18 Mei 2015. Musyawarah I tidak kuorum, karenanya menurut Permenpera 15/2007 tentang tatalaksana pembentukan P3SRS wajib ditunda paling lama 30 hari sejak musyawarah I”.

Ade Tedjo, tokoh warga yang sangat disegani di Kalibata City menyampaikan pemikirannya “Saya memutuskan total mendukung dan ikut berjuang bersama-sama warga yang sudah aktif duluan karena saya prihatin dengan kondisi Kalibata City yang makin sumpek. Tidak ada ruang untuk warga dapat melaksanakan kegiatan sosial secara bebas dan merdeka mulai dari peribadatan, kegiatan ibu dan anak, kegiatan pemuda, serta kegiatan kependudukan layaknya warga normal lainnya. Kegiatan warga dihambat, dihalang-halangi, dipersulit, dan diawasi oleh pihak pengembang/pengelola, layaknya kami ini teroris. Sebaliknya prostitusi dan narkoba seolah dapat tempat di sini, mereka bebas merdeka menjalankan bisnisnya. Jadi bagi saya pribadi, ini juga seperti jihad melawan prostitusi dan narkoba di rumah saya sendiri. Saya sebagai seorang yang beragama dan sebagai kepala rumah tangga yang mempunyai istri dan anak yang tinggal bersama disini merasa punya kewajiban untuk mengembalikan fungsi rusun sebagai tempat hunian yang layak buat keluarga kecil saya, bukan sarang bandar narkoba atau PSK”.

Ustad Tedjo, demikian panggilan akrabnya melanjutkan “Makanya perjuangan pembentukan P3SRS dan gerakan perbaikan ini banyak dukungan karena kesamaan nasib antar warga. Banyak bapak-bapak dan ibu-ibu yang sangat aktif terlibat. Ya memang banyak diantara mereka yang bergerak secara bergerilya dan diam-diam karena resiko kriminalisasi, tapi sekarang makin banyak warga yang berani terang-terangan melakukan perlawanan”, lalu tambahnya “Pada kesempatan ini saya juga berharap pihak keamanan khususnya Polsek Pancoran dan Polres Jakarta Selatan dapat melihat persoalan Kalibata City secara arif, kami berharap mendapat perlindungan dan pengayoman dari kedua institusi tersebut. Termasuk kepada Bapak Gubernur DKI, Pemkot Jaksel, Kecamatan Pancoran dan Kelurahan Rawajati, kami berharap dukungan, perhatian, dan perlakuan layaknya warga hunian non rusun lainnya. Jangan sampai pula RT/RW juga dikerdilkan dan dikangkangi oleh pengembang. Dan kepada pihak media, kami ucapkan terima kasih tak terhingga. Berkat media, perjuangan panjang warga rusun mulai didengar meskipun sayup-sayup dan kadang kalah oleh kekuatan uang pengembang. Terima kasih, perjuangan lanjut terus”

Terkait pendataan dan persiapan acara, Dicky Pasaribu selaku Koordinator Pendataan dan Acara Panmus P3SRS menjelaskan “Puji Tuhan, berkat kegigihan warga, undangan telah tersebar ke kurang lebih 13,000 unit secara bergerilya dari tower Akasia hingga Viola. Ya memang diantara teman-teman ada yang sempat ‘diinterogasi’ tapi bersukur dapat kami tangani dengan baik. Lalu spanduk besar yang kami pasang di pertigaan lampu merah Kalibata juga sempat ada yang merusak dan mencopot, tapi besoknya kita bisa pasang lagi dengan lebih banyak” Dicky lalu melanjutkan “Untuk menghindari pengerahan suara dari pihak-pihak tertentu dan penyalahgunaan surat kuasa, penerima kuasa kami batasi hanya dapat menerima satu surat kuasa dari satu pemilik unit. Kami juga tidak akan melayani penerima kuasa go show yang tidak dapat diverifikasi atau tidak dikenali oleh warga lainnya. Semua pemilik yang tidak dapat hadir dan menguasakan haknya, kami wajibkan untuk mengirimkan datanya melalui email sejak 10 hari yang lalu”

Adapun terkait ketertiban dan keamanan acara, Luhur Arsanto selaku koordinator menyatakan ”Pemberitahuan dan koordinasi kegiatan ke kepolisian mulai dari Polsek Pancoran, Polres Jaksel, Polda Metro Jaya, hingga Babinkantibmas telah kami lakukan dan kami berterima kasih akan adanya pengamanan dari kepolisian. Kami hargai netralitas kepolisian dalam masalah P3SRS Kalibata City. Karenanya kami percaya slogan ‘Melayani masyarakat adalah kebanggaan kami’ betul-betul akan dijalankan sehingga tidak membedakan pihak mana saja yang akan mendapatkan pengamanan”

Luhur melanjutkan “Koordinasi dengan pihak kepolisian ini kami lakukan karena kami tidak mau ada resiko pencederaan warga dan gangguan pelaksanaan musyawarah dari pihak-pihak yang tidak menginginkan P3SRS warga ini terbentuk. Kami juga berharap, seluruh warga dan tamu yang mengikuti acara dapat datang dan pulang dengan aman, selamat, tertib dan damai. Semuanya kami lakukan sebagai bentuk tanggungjawab bersama kami sebagai bagian dari Panmus untuk suksesnya penyelenggaraan musyawarah pembentukan P3SRS dari, oleh, untuk warga”.

Tak mau kalah dalam optimalisasi persiapan, dari sisi persidangan juga cukup meyakinkan, Antonius Sitorus salah satu anggota tim menegaskan “Sebulan terakhir kami memfinalisasi Anggaran Dasar P3SRS secara partisipatif, betul-betul mengakomodir dan menjaga kepentingan dan hak warga Residence, Regency, dan Green Palace secara proporsional yang kami ejawantahkan dalam visi dan misi P3SRS Kalibata City. Ada sekitar 7 pokok aspirasi warga yang kami pikir perlu diwujudkan oleh P3SRS dari, oleh, untuk warga Kalibata City ini antara lain:

(i) Serah terima Sertifikat Hak Milik atas satuan rumah susun kepada pemilik sah;

(ii) Serah terima Sertifikat Hak Guna Bangunan atas tanah bersama kepada PPPSRS;

(iii) Mengembalikan fungsi fasilitas sosial dan fasilitas umum untuk kepentingan warga;

(iv) Merubah identitas listrik dan air dari pihak yang lama menjadi atas nama pemilik/warga/non komersil;

(v) Mewujudkan sistem pengelolaan yang berbasiskan Teknologi Informasi untuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan kepada warga;

(vi) Tersusunnya kebijakan perparkiran yang mengutamakan kepentingan warga;

(vii) Terciptanya Standard Operation Procedure (SOP) pengelolaan yang jelas, tidak menyusahkan, dan mengutamakan kepuasan pelayanan terhadap warga”

Antonius yang kebetulan berprofesi sebagai lawyer aktif ini menambahkan “Kami optimis, dengan terbentuknya P3SRS oleh warga Kalibata City dengan anggaran dasar yang pro kepentingan warga tersebut, amanat Undang-Undang 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun akan dapat terpenuhi. Selain itu tujuan awal dari proyek pembangunan rusun 1000 menara yang dahulu diinisiasi oleh Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla akan terjawab. Kami sangat percaya diri, dengan terbentuknya P3SRS Kalibata City oleh warga ini, hunian rusun yang aman dan nyaman untuk keluarga akan segera terwujud dan kelak rusun akan jadi primadona baru hunian masyarakat perkotaan”

Wawancara lebih lanjut dapat menghubungi juru bicara Komunitas Warga Kalibata City: Antonius J. Sitorus 081319234576, Wenwen Zi 08558876000, dan Umi Hanik 0817847653 (terbatas untuk Watsapp).


Komunitas Warga Kalibata City (KWKC): Wadah perjuangan warga untuk pembangunan serta tatakelola yang memanusiakan dan mengedepankan hak-hak warga
Email : kotakalibata@gmail.com ; data.kotakalibata@gmail.com ; panmuswargakalcit@gmail.com  
Facebook Page/Group/Youtube: Komunitas Warga Kalibata City | Twitter : @KotaKalibata
Milis Yahoo! Groups:  kotakalibata-subscribe@yahoogroups.com | Whatsapp: 087882075680
Call center: 08558876000; 0817847653; 08978556010; 081319234576; 0811843263; 081322248012
No. rekening 7253007700 BTN Syariah a.n. Komunitas Warga Kalibata City Kode Bank 200

Dihadang Intimidasi, Penghuni Apartemen Pancoran Berhasil Bentuk Perhimpunan

Permasalahan apartemen di Jakarta
Oleh Ivan Setyadhi
15 Juni 2015 6:00 PM

Apartemen Riverside Pancoran (foto: istimewa)

Jakarta, Aktual.com- Setelah berjuang berbulan-bulan, penghuni Apartemen Pancoran Riverside, Jakarta Selatan akhirnya berhasil membentuk Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).

Sekretaris Panitia Musyawarah (Panmus) P3SRS, Bayu Setyo mengakui pembentukan perhimpunan itu memang tidak mudah. P3SRS berhasil dibentuk setelah digelar dua kali rapat.

“Setelah berjuang selama berbulan-bulan, warga penghuni Apartemen Pancoran Riveside‎ akhirnya berhasil membentuk P3SRS kemarin,” kata dia, di Jakarta, Senin (15/6).

‎Dituturkan dia, rapat pembentukan P3SRS yang sebelumnya digelar di areal apartemen bahkan sempat mendapat intimidasi pihak developer yang mengerahkan sejumlah preman. Merasa terancam, penghuni apartemen akhirnya memilih menggelar rapat di kompleks TNI Angkutan Udara di Halim, Jakarta Timur.

‎”Dari hasil pemilihan tersebut, Arman Rangkuti ditetapkan sebagai Ketua P3SRS Apartemen Pancoran Riverside periode 2015-2018,” ujar dia.

Seharusnya, kata dia, pembentukan P3SRS dilakukan paling lambat satu tahun setelah serah terima kunci pertama kali kepada para pemilik unit. Namun hal tersebut tak kunjung dilaksanakan developer. Si developer, ujar Bayu, sebaliknya justru bertindak sewenang-wenang. Misal, dengan menetapkan tarif parkir sepihak kepada penghuni. Belum lagi penggunaan biaya dari Building Management (BM) developer juga tidak pernah dipresentasikan secara transparan.

“Ini yang memicu warga untuk bertekad membentuk P3SRS agar mendapatkan kepastian di tempat tinggal sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua P3SRS Apartemen Pancoran Riverside terpilih‎, Arman Rangkuti menegaskan, kegiatan rapat pembentukan P3SRS yang digelar penghuni apartemen ini sudah sesuai dengan peraturan dan Undang-Undang No.20 tahun 2011 tentang rumah susun.

“Apa yang yang dikatakan pengembang apartemen, PT Graha Rayhan Triputra mengenai isu ketidaksahan rencana pembentukan P3SRS sangat tidak benar. Karena organisasi ini dibentuk warga dan untuk warga penghuni apartemen,” ujar dia.

(M Vidia Wirawan)

Sumber: http://www.aktual.com/dihadang-intimidasi-penghuni-apartemen-pancoran-berhasil-bentuk-perhimpunan/

gives you

Warga Optimis Dapatkan Legitimasi Penuh dari Pemerintah atas Sukses Pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Kalibata City

kalibata city - pembentukan p3srs

Jakarta 16 JUNI 2015 – Warga bersyukur proses pembentukan P3SRS dan pemilihan pengurus pada 14 Juni 2015 di Auditorium Universitas Trilogi atau STEKPI Kalibata berjalan lancar tanpa kendala. Musyawarah tersebut sukses menghasilkan keputusan-keputusan penting, secara lengkap yakni:

(i) Penetapan Anggaran Dasar/AD dan Anggaran Rumah Tangga/ART dengan catatan untuk disempurnakan pengurus terpilih;

(ii) Penetapan P3SRS;

(iii) Penetapan Pengurus P3SRS untuk periode 2015-2018; dan

(iv) Penetapan garis-garis program kerja yang diamanatkan kepada pengurus terpilih. Kepengurusan P3SRS Kalibata City untuk periode 2015-2018 yang ditetapkan dan mendapat mandat dari peserta musyawarah secara mufakat adalah Ade Tedjo selaku Ketua, Luhur Arsanto selaku Sekretaris, dan Fahrizal selaku bendahara.

Selain menjaring seluas-luasnya warga yang berpartisipasi atau terlibat dalam musyawarah, dari sisi kualitas peserta dan demi menjaga keamanan dan suasana sidang tetap kondusif, juga ada proses seleksi lanjutan yang ketat yang sepenuhnya merujuk pada Permenpera 15/2007 tentang tatalaksana pembentukan P3SRS dan UU 20/2011 tentang Rumah Susun. Sebagaimana dijelaskan oleh Panitia Musyawarah Pembentukan P3SRS (Panmus) dalam rilis sebelumnya, bahwa penerima kuasa untuk menghadiri musyawarah dibatasi hanya dapat menerima satu surat kuasa dari satu pemilik unit. Selain itu peserta yang terlambat datang atau hadir setelah adanya 2x penundaan sidang juga tidak diperkenankan masuk karena pintu ruangan sidang telah ditutup.

Bambang Setiawan selaku Ketua Sidang terpilih menjelaskan “Sidang resmi saya buka pada pukul 14.50WIB setelah mengalami dua kali penundaan untuk menunggu peserta. Pada pembukaan sidang tersebut jumlah peserta yang hadir sebanyak 199 orang dengan hak suara sebanyak 247 (199 orang pemilik dan 48 kuasa). Para peserta sidang sangat antusias mengikuti jalannya sidang, tergambar dari banyaknya saran, harapan, usul, dan interupsi yang kami terima. Bersyukur semua aspirasi dapat kami tampung dalam suasana persidangan yang berlangsung interaktif dan demokratis. Jadi pada hakekatnya warga puas karena mereka bisa menyuarakan hak dan aspirasinya dalam suasana kekeluargaan, damai, dan tertib. Persidangan juga dapat kami jalankan sesuai tata tertib yang sepenuhnya kami sadur dari Permenpera 15/2007 dan UU 20/2011”

Bambang melanjutkan ”Hanya terdapat catatan dari peserta untuk pengurus terpilih guna melakukan sosialisasi AD/ART kepada warga yang lebih luas karena tidak semua warga yang hadir mengikuti milis atau sosial media” lalu tambahnya “Yang justru mengejutkan adalah pada saat sidang pleno pemilihan. Tidak satupun peserta yang keberatan atau menyanggah ketika saya selaku ketua sidang menanyakan ke peserta apakah ada yang keberatan dengan paket bakal calon (balon) Ketua, Sekretaris, dan Bendahara yang ditawarkan. Memang ada diskursus antar peserta selama persidangan berlangsung dan kekawatiran akan adanya rekayasa untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Namun pada akhirnya justru berbalik mengkristal menjadi dukungan penuh untuk bakal calon yang ada. Sidang saya tutup pada pukul 17.40 dengan keputusan musyawarah mufakat”

Wewen Zie, ketua Panmus P3SRS menyatakan kelegaannya “Puji syukur berkat kerja keras dan partisipasi luas warga, musyawarah dapat berjalan dengan lancar dan seluruh keputusan dan ketetapan penting dapat diamankan. Saya selaku ketua Panmus mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada seluruh anggota panmus dan warga yang telah mendukung sejak bulan Maret hingga pelaksanaan musyawarah kemarin baik material maupun moril. Kami selaku panmus juga mohon maaf jika ada kekurangan atau perkataan dan perbuatan yang kurang berkenan selama persiapan dan pelaksanaan musyawarah I dan II. Termasuk kepada peserta yang tidak dapat masuk ruang sidang karena persyaratan yang kurang atau karena pintu sidang sudah ditutup”

Wewen menambahkan “Namun dari proses yang panjang ini kita bisa saling belajar untuk berdisiplin dan saling menghargai jerih payah panitia untuk penyelenggaraan kegiatan tapi juga mengapreasiasi upaya warga yang telah bersusah payah untuk berpartisipasi, jadi ini pembelajaran dua arah. Mudah-mudahan ke depan chemistry antar warga ini bisa lebih baik. Secara umum, kami lega – setelah 5 tahun berjuang – pada akhirnya perjuangan warga Kalibata City dalam pembentukan P3SRS bisa sampai sejauh ini. Tantangan berikutnya bagi pengurus terpilih cukup berat, yakni mendapatkan legitimasi dari pemerintah karena adanya dualisme P3SRS Kalibata City, tapi saya optimis pengurus terpilih akan mendapatkannya karena Panmus cukup ketat, hati-hati dan taat hukum dalam proses pembentukan P3SRS kemarin”.

Ade Tedjo yang terpilih secara mufakat dan mendapatkan amanat selama tiga tahun ke depan untuk memimpin P3SRS Kalibata City memberikan keterangannya “Saya bersedia diajukan dan mendapatkan amanah sebagai Ketua P3SRS karena saya melihat semangat perjuangan warga yang luar biasa besar. Perjuangan memperoleh legitimasi pemerintah ke depan tak kalah besar dan tentu tidak mudah, tapi saya optimis dengan dukungan total dari warga dan media, kita bersama-sama akan dapat memperolehnya. Saya percaya Tuhan ada, Tuhan maha adil, maha melihat dan maha mendengar. Tuhan tidak diam melihat hambaNya yang berusaha memperoleh kemerdekaannya”

Lebih lanjut Ustad Tedjo – demikian panggilan akrabnya – melanjutkan sekaligus menyampaikan ajakannya “Saya pada kesempatan ini mengajak kembali partisipasi warga yang lebih luas untuk menyumbangkan pemikiran, tenaga, waktu, donasi mapun doa. Marilah kita semua mengambil peranan dalam perjalanan perjuangan warga Kalibata City untuk memperoleh haknya di rumah sendiri. Jangan ada yang berpangku tangan. Semoga usaha kita menjadi amal baik sebagai bekal bagi kehidupan kita di akhirat nanti. Syaratnya hanya satu, yakni KEIKHLASAN semata-mata berharap ridloNya. Insya Allah dengan bekal itu juga maka kita akan mendapat perlindungan dan bimbinganNya, amin”

Lalu secara umum dia menjelaskan rencana kerja jangka pendek yang akan dikejar “Proses pengesahan akan segera kami lakukan dengan memberikan surat pemberitahuan ke Gubernur dan menghadap langsung ke berbagai pihak antara lain Dinas Perumahan dan Gedung serta Dirjen Kemenpupera supaya legitimasi dari pemerintah segera kami dapatkan sehingga pengurus bisa dapat segera bekerja melakukan perbaikan-perbaikan di Kalibata City. Selain itu secara paralel kelengkapan struktur kepengurusan juga akan dibentuk secara partisipatif. Mohon dukungan dan doanya”.

Adapun untuk rencana jangka menengah dan panjang, ustad Tedjo menegaskan “Amanah musyawarah kemarin akan kami wujudkan dalam 3 tahun ke depan secara berjenjang maupun paralel, sebagian diantaranya adalah: (i) Serah terima Sertifikat Hak Milik atas satuan rumah susun kepada pemilik sah; (ii) Serah terima Sertifikat Hak Guna Bangunan atas tanah bersama kepada PPPSRS; (iii) Mengembalikan fungsi fasilitas sosial dan fasilitas umum untuk kepentingan warga; (iv) Merubah identitas listrik dan air dari pihak yang lama menjadi atas nama pemilik/warga/non komersil; (v) Mewujudkan sistem pengelolaan yang berbasiskan Teknologi Informasi untuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan kepada warga; (vi) Tersusunnya kebijakan perparkiran yang mengutamakan kepentingan warga; (vii) Terciptanya Standard Operation Procedure (SOP) pengelolaan yang jelas, tidak menyusahkan, dan mengutamakan kepuasan pelayanan terhadap warga”

Sandi Edison salah seorang tokoh warga sekaligus Ketua Komunitas Warga Kalibata City (KWKC) menyampaikan ucapannya “Saya ucapkan selamat kepada pengurus terpilih, semoga dapat menjaga amanah warga dan lancar dalam mendapatkan legitimasi pemerintah nanti. KWKC akan secara konsisten mengawal amanah warga yang dititipkan kepada Pak Tedjo dkk. Kita akan tetap bersama-sama berjuang untuk memperoleh legitimasi pemerintah. Lalu satu hal lagi, seiring dengan terbentuknya P3SRS, sudah saatnya ruang fasilitas umum balai warga yang ada di lantai 1 tiap tower difungsikan, jangan lagi pengelola pegang kunci dan jangan biarkan fasilitas warga tersebut menganggur tak terpakai. Apalagi dalam waktu dekat kita juga akan membentuk RT/RW”.

Pengurus P3SRS Kalibata City

Pengurus P3SRS Kalibata City 2

Wawancara lebih lanjut dapat menghubungi juru bicara Komunitas Warga Kalibata City: Antonius J. Sitorus 081319234576, Wewen Zie 08558876000, dan Umi Hanik 0817847653 (terbatas untuk Watsapp).


Komunitas Warga Kalibata City (KWKC): Wadah perjuangan warga untuk pembangunan serta tatakelola yang memanusiakan dan mengedepankan hak-hak warga
Email : kotakalibata@gmail.com ; data.kotakalibata@gmail.com ; panmuswargakalcit@gmail.com  
Facebook Page/Group/Youtube: Komunitas Warga Kalibata City | Twitter : @KotaKalibata
Milis Yahoo! Groups:  kotakalibata-subscribe@yahoogroups.com | Whatsapp: 087882075680
Call center: 08558876000; 0817847653; 08978556010; 081319234576; 0811843263; 081322248012
No. rekening 7253007700 BTN Syariah a.n. Komunitas Warga Kalibata City Kode Bank 200