Tag Archives: perjuangan

Tanda Berhasil Mulai Tampak Meski Jalan Masih Panjang. Maju Terus dan Waspadalah!

bung-tomo

Jakarta, 4 September 2015.
Teman Seperjuangan yang Baik,

Organisasi  KAPPRI kita semakin besar, solid, diakui eksistensinya dan mulai diperhitungkan atau bahkan ditakuti oleh lawan kita para penyeleweng UU 20 Tahun 2011.

  • PTUN di Medan telah memenangkan para pejuang Apartemen Cambridge Condominium, PPPSRS buatan pengembang dibubarkan hakim.
  • PTUN Jakarta telah membatalkan SKEP Gub DKI yang mengesahkan PPPSRS abal-abal Thamrin City serta membekukan PPPSRS bentukan pengembang.
  • Pra peradilan terhadap Polres Jakarta Pusat juga telah memenangkan pihak kita. Kata YM Hakim ” Polisi harus lebih profesional”

Dalam risalah Sidang Perkara No 85/PUU-XIII/2015 dimana anggota Real Estate Indonesia (REI) mengajukan Pengujian Undang-undang No 20 Tahun 2011 terhadap UUD 45, DPR maupun Pemerintah menegaskan bahwa UU 20 tahun 2011 telah benar, dimana hak-hak para Pemilik dan Penghuni dijamin Undang-Undang. Tetapi yang harus diperbaiki adalah operasionalisasi UU itu yang harus ditegaskan dan dijelaskan dalam PP, untuk mencegah adanya multi tafsir. Yang perlu dicatat ialah ada kampanye terselubung dari pihak tertentu yang selalu menghembuskan “jangan bersama KAPPRI”, jangan konsultasi dengan KAPPRI dan sebagainya.

Perjuangan KAPPRI akan selalu dihambat oleh pihak tertentu, yang merasa dirugikan atau dimusuhi KAPPRI. KAPPRI tidak memusuhi atau mencari lawan tetapi hanya berjuang murni demi tegaknya UU 20 Tahun 2011 dimana hak-hak para Pembeli dan Penghuni Rusun dilindungi dan dijamin. Tetapi pihak perekayasa yang menganggap KAPPRI sebagai lawan merupakan organisasi konglomerat nakal yang punya organisasi besar, kuat, berdaya besar serta dengan kelengkapan organisasi yang profesional. Kejahatan yang dilakukan direncanakan dengan teliti. Mereka juga punya banyak karyawan, biro hukum, staf intelijen, operasi, personil, logistik yang tersusun layaknya sebuah negara.

Sebagai orang yang kurang menekuni dan mempelajari cara mereka ber-operasi kemungkinan kita sama sekali tidak menduga. Mereka juga melancarkan operasi intelijen, melakukan pengamanan, penggalangan, penyelidikan terhadap situasi yang berkembang maupun terhadap yang dianggap lawan. Mereka juga mengidentifikasi pihak-pihak yang dianggap musuh mereka.

Cara-cara operasi Intelijen juga dilakukan. Misalnya melansir berita palsu, memecah-belah warga Rusun, mengadu domba, melancarkan intrik insinuasi, menyuap, memberi gratifikasi, membunuh karakternya para pejuang, melakukan teror mental dan fisik dengan cara antara lain laporan polisi tentang TINDAK  kriminal yang dituduhkan kepada para pejuang. Mematikan aliran listrik dan air tanpa hak dipakai sebagai senjata untuk melumpuhkan para pejuang. Dan juga me-lobi para penguasa negeri dengan segala cara. Daerah operasi mereka luas sejak  Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif.

Teristimewanya kalangan Polri, Jaksa dan juga kalangan Pengadilan dan para pakar Hukum.
Mereka juga merekrut agen-agen untuk disusupkan ke pihak para pejuang. Untuk merongrong perjuangan dari dalam. Kitapun bisa tidak sadar atau tidak merasa bahwa kata-kata atau perbuatan kita menguntungkan mereka dan merugikan perjuangan.

Saya berharap kita banyak belajar tentang apapun yang ada kaitan dengan perjuangan, pasang mata dan telinga, dengan sedikit kata-kata . Banyak berbicara berarti memberi informasi, banyak mendengarkan berarti mendapat informasi.

Kunci perjuangan kita tetaplah persatuan dan kesatuan diantara kita, mempelajari UU dan peraturan,  menyusun strategi dan taktik yang baik, mengerahkan segala daya dan upaya yang tidak melawan Hukum.
Saya ingatkan lagi kewaspadaan sangat kita perluKan. Kenali Dengan baik strategi Dan taktik para perekayasa, identifikasi mereka Dengan baik.
Yang penting lagi kita mesti punya keberanian, konsistensi, taktik strategi yang benar,  tanpa kenal lelah apalagi menyerah.

Perjuangan masih panjang, namun tanda-tanda akan berhasil mulai tampak.

Telah terbukti di Pengadilan kita banyak menang. Kepandaian dalam berperkara sangat utama, agar bisa berhasil.

Selamat berjuang, mencari kebenaran dan berjuang terus, jangan tawar hati apalagi putus asa.
Salam KAPPRI.

Advertisements

Publikasikan Perjuangan dari Masing-masing Rusun atau Apartemen

Jakarta, 23 Juli 2015

Ilustrasi Perjuangan
Ilustrasi Sajak Perjuangan

Warga pemilik dan Penghuni Rusun yang sedang berjuang,

Perjuangan kita masih banyak belum dikenal masyarakat. Apa sebabnya kita berjuang? Kenapa? Bagaimana?

Kita perlu menyadarkan masyarakat tentang adanya praktek Rekayasa jahat dalam praktek Rumah Susun sejak dari status tanahnya, perijinannya, pemasarannya, pengelolaannya, praktek busuk yang dilakukan pelaku pembangunan termasuk bagaimana mereka merekayasa di Pasar modal, sampai bisa lolos tanpa teguran pihak berwenang.

Kalau kita telah menjadi korban, perlu kita katakan agar jangan lebih banyak lagi rakyat jadi korban. Kita terus berjuang agar lepas dari masalah yang membelit kita.

Jangan lupa bahwa hasil perjuangan kita nanti akan berdampak luas termasuk dampak kepada pembangunan Hukum di negara ini, juga dampak ekonominya. Pasti juga nyata yang akan berimbas pada Bidang lainnya.

Kita wajib membentuk opini masyarakat yang pro perjuangan kita.

Saya yakin dari masing-masing Rusun perlu MEMBUAT tulisan untuk dipublikasikan di Kappri.org.
Sekarang ini, tulisan yang panjang lebar baru berasal dari Graha Cempaka Mas, Lavande.
Akan lebih baik apabila lebih banyak Rusun yang masalahnya terpublikasi secara luas.
Kalau belum ada tulisan yang panjang, dapatlah dibuat bertahap setiap hari, lama-lama akan menjadi lengkap. Kalau sudah punya laman sendiri, mohon dapat dihubungkan dengan kappri.org.

Berharap dari kantor berita, koran, majalah atau radio TV menjadi sangat naïf. Karena kita tahu bahwa pihak perekayasa punya jaringan sangat kuat di media. Tidak bisa lain kita pertama mesti mengandalkan media kita sendiri, baru nanti yang lain bisa membantu.

Dulu kita sempat bergembira dengan adanya jurnalis yang dianiaya Satpam di GCM. Barangkali side efeknya kita akan terbantu. Tapi ternyata insiden itu seperti ditelan bumi. Sangat menyedihkan bahwa ternyata nasib para jurnalis yang dianiaya berakhir di-peti es-kan konglomerat perekayasa.

Saya Mohon dengan sangat warga Rusun menanggapi positif himbauan saya ini.
Kalau bukan kita, siapa lagi? Tulisan dapat dikirim via email kepada Admin. Saya kabarkan terutama kepada yang belum terlibat perjuangan, bahwa pelan tapi pasti perjuangan kita membawa hasil. Bagi yang telah terlibat perjuangan, perlu mencari dukungan teman seluas-luasnya. Bagi para teman yang lebih tahu IT, saya mohon bagaimana caranya agar perjuangan kita menjadi lebih luas dikenal oleh masyarakat.

Jalan memang masih panjang. Tetapi harapan keberhasilan telah terlihat didepan mata.

Terima kasih. Salam perjuangan Kappri.

Perjuangan Warga Pancoran Riverside (Youtube.com)

AROGANSI DEVELOPER INGIN MEMBUBARKAN ACARA P3SRS PANCORAN RIVERSIDE

Published on May 31, 2015
Baju putih Humas Developer, dikawal polisi bersenjata laras panjang plus Preman, triak triak dan mau bubarin acara warga.

PERUSAKAN SPANDUK WARGA OLEH PREMAN. ACARA P3SRS PANCORAN RIVERSIDE
Published on May 31, 2015
Preman yg dibawa Humas developer GRTP Bernama AAN masuk ke lingkungan apartemen, melakukan pengrusakan spanduk-spanduk yang di pasang warga Apartemen Pancoran riverside, intimidasi. Semua Aparat keamanan hanya bisa melihat saja, Premanisme yang jelas-jelas di depan mata dibiarkan #prihatin #miris #premanisme

Preman dan Polisi laras panjang mulai masuk area Pancoran Riverside
Published on May 31, 2015
Polisi beratribut lengkap dengan senjata laras panjang yg datang bersama Humas developer dan preman berdialog dengan polisi yg sedang berjaga di acara

Acara sudah selesai dan di tutup. intimidasi berlanjut Pancoran Riverside
Published on May 31, 2015
Acara sudah selesai dan Premanisme masih terus berlanjut mengintimidasi warga Pancoran Riverside

ACARA PANCORAN RIVERSIDE SUDAH SELESAI, INTIMIDASI PREMAN MASIH BERLANJUT DAN MEMANAS
Published on May 31, 2015
Acara sudah selesai dan Premanisme masih terus berlanjut mengintimidasi warga Pancoran Riverside

Dasar Hukum Perjuangan Para Pemilik Satuan Rumah Susun adalah UU No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun

Pak Krismanto - Ketua KAPPRI

Jakarta, 8 Mei 2015

Para Pejuang Rusun yang terhormat,

Saya ingin mengulangi, bahwa DASAR HUKUM PERJUANGAN para Pemilik Satuan Rumah Susun (“Sarusun”) adalah Undang-undang No 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun.

* Pasal 59

  • Ayat 1 : Pelaku pembangunan yang membangun Rumah Susun dalam masa transisi sebelum terbentuknya PPPSRS wajib mengelola Rumah Susun.
  • Ayat 2 : Masa transisi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 ditetapkan paling lama satu tahun sejak penyerahan pertama kali Sarusun Kepada pemilik.

* Pasal 74

  • Ayat 1 : Pemilik wajib membentuk PPPSRS. Artinya yang wajib membentuk PPPSRS hanyalah para pemilik, berdasarkan hak  suara yang dimiliki. Dalam Rapat Umum Pembentukan PPPSRS para pemilik berhak memberikan suara dalam voting, satu nama satu suara.
  • Ayat 2 : PPPSRS sebagaimana yang dimaksud ayat 1 beranggotakan Pemilih dan Penghuni yang mendapatkan surat kuasa dari Pemilik.

Penjelasannya:

Kuasa Pemilik kepada Penghuni terbatas pada HAL PENGHUNIAN. Misalnya dalam hal penentuan besarnya iuran untuk keamanan, kebersihan atau sosial kemasyarakatan.

* Pasal  77

  • Penjelasan  Ayat 2 yang dimaksud dengan setiap anggota memberikan satu suara adalah apabila Sarusun telah dihuni, suara Pemilik dapat dikuasakan kepada setiap Penghuni Sarusun. Apabila Sarusun belum dihuni setiap Nama Pemilik hanya mempunyai satu hak suara  walaupun pemilik bersangkutan memiliki  lebih dari satu Sarusun.

Bila pelaku pembangunan masih memiliki  unit Sarusun yang belum terjual maka secara otomatis berlaku sebagai pemilik dengan satu hak suara. Dia juga dapat memberikan hak suara dalam voting pembentukan PPPSRS dan pemilihan pengurus PPPSRS, apabila yang datang ikut rapat adalah Direktur Perseroan. Bisa juga Perseroan memberikan Surat Kuasa Kepada orang lain, dan ia  akan memiliki satu suara dalam voting.

Dengan hukum yang dijelaskan diatas, para Pemilik telah cukup memiliki senjata Hukum untuk membentuk PPPSRS dan memilih Pengurus PPPSRS diantara para pemilik. Sehingga inilah satu-satunya pembentukan PPPSRS yang sah menurut Hukum.

Direktur Perseroan pelaku pembangunan berhak memilih dengan satu suara dan berhak dipilih sebagai Pengurus PPPSRS apabila  dia menghuni Sarusun itu. Tetapi karyawan lainnya, dia hanya bisa hadir sebagai Pemegang kuasa bila ia juga menghuni, tetapi tidak memiliki hak suara dalam voting pembentukan PPPSRS maupun pemilihan pengurus PPPSRS. Tetapi apabila TIDAK menghuni sama sekali berarti TIDAK punya hak suara sebagai pemilik ataupun sebagai Pemegang Surat kuasa. Yang punya  hak memilih dan dipilih hanyalah Pemilik yang menghuni.

Dengan demikian sangat jelas bahwa pelaku pembangunan, walaupun didukung seluruh karyawannya secara Hukum tidak berhak membentuk PPPSRS atau menguasai kursi Pengurus PPPSRS. Bagaimana mungkin, dia kan hanya memiliki satu hak suara dalam voting Pembentukan PPPSRS atau pemilihan Pengurus PPPSRS.

Kenyataannya sampai sekarang pelaku pembangunan membentuk PPPSRS dan menempatkan karyawannya sebagai Pengurus. Jelaslah itu merupakan pelanggaran Hukum yang telah dijelaskan diatas. Juga PPPSRS cacat Hukum  yang telah dibentuk itu  telah berserikat didalam P3RSI (http://www.p3rsi.org) yang dibentuk di Hotel Santika Bogor. Pada tanggal 4 Juli 2014 mereka mendatangi dan bertemu dengan Dirjen Ketenagalistrikan Ir. Jarman, dan meminta Badan Pengelola yang mereka bentuk untuk melawan Hukum, yaitu agar mereka dapat memiliki Surat Ijin Usaha perlistrikan dalam Rumah Susun.

Badan Pengelola merupakan Badan yang dibentuk oleh PPPSRS atau Badan yang ditunjuk oleh PPPSRS untuk mengelola Rusun, dalam arti membersihkan, menjaga keamanan, memelihara alat-alat agar berfungsi, mengatur perparkiran. Badan Hukum Pengelola bukan berdomisili di Rusun itu, karena ia hanya ditunjuk oleh PPPSRS yang berdomisili di Rusun itu.

Bagaimana mungkin mereka mendapat memiliki IJIN USAHA di Rusun itu??? 

Badan pengelola dapat bekerja bila Ada Surat Perintah Kerja Dari PPPSRS.

  • Dalam praktek curangnya Badan Pengelola ini memungut IPL (Iuran Pemeliharaan Lingkungan), Sinking Fund, biaya listrik, biaya air, biaya parkir tanpa pernah melaporkan keuangan kepada para Pemilik.
  • Mereka juga menyewakan Barang Milik Bersama, Tanah/Area Bersama, Barang Bersama tanpa melapor kepada pemilik. Juga statusnya menjadi kabur, apakah menjadi Pelaku Pembangunan atau Badan pengelola, tetapi yang jelas hak-hak para pemilik diabaikan.
  • PPPSRS palsu buatan pelaku pembangunan kebanyakan tidak  berdomisili di Rusun tersebut, atau memiliki bank account, atau NPWP, atau persyaratan Usaha lainnya sendiri. Kebanyakan memakai bank account milik pelaku pembangunan. Tetapi mereka sangat merasa berkuasa.
  • Bahkan kepada Pemilik yang kritis mempertanyakan haknya, mereka melakukan berbagai terror, seperti melukai mobil, mengempeskan ban mobil, mematikan aliran listrik atau air.
  • Di Kalibata City bahkan membiarkan terjadinya atau jangan-jangan (diindikasikan) mengusahakan adanya bisnis Prostitusi.
  • Juga melakukan intimidasi dan teror kepada para Pemilik yang melakukan Musyawarah atau Rapat dengan Memakai  Satpam garang, bahkan memakai (‘memanfaatkan’) gerombolan berkedok agama tertentu dengan kopiah putih dan baju putih.
  • Di Graha Cempaka Mas melakukan perang “putus sambung listrik” melawan para Pemilik dan Penghuni, tanpa pertimbangan kemanusiaan kepada para bayi atau lanjut USIA. Bahkan empat jurnalis yang hanya ingin meliput Perang listrik, di-gebuki (dipukuli) oleh Satpam pe-‘rekayasa’. Sampai sekarang perkaranya sedang ditangani oleh Polres Jakarta Pusat.
  • Di Kenari Mas menolak melakukan serah terima pengelolaan kepada PPPSRS yang telah sah terbentuk.
  • Di Lavande niat Pemilik membentuk PPPSRS selalu dihalangi.
  • Di Green Pramuka empat pemilik di tahan polisi Karena dituduh menganiaya.
  • Di Kawasan Rusun lain mencegah terbentuknya PPPSRS oleh pemilik dengan berbagai cara.
  • Di Kawasan lain lagi perekayasa mendahului para pemilik membentuk PPPSRS palsu.
  • Adanya PPPSRS kembar telah biasa, bila para pemilik membentuk PPPSRS. Misalnya terjadi di Marina Ancol.

Saudara para pemilik,

Telah jelas Negara ini adalah Negara HUKUM. Mari berjuang dengan bersenjatakan  HUKUM, agar HUKUM khususnya UNDAN-UNDANG  NO 20 TAHUN 2011 dapat berlaku secara benar di RUMAH SUSUN sehingga hak-hak para Pemilik dapat dinikmati.

Sayangnya oknum Pemerintah banyak yang Tidak Paham Hukum. Sebagian ada yang paham Hukum TAPI menunggangi situasi Kisruh untuk kepentingan Pribadi. Sebagian lagi bahkan membantu perekayasa melawan para pejuang, membantu melakukan berbagai teror.

Mari kita terus berjuang sambil memberi pengertian Hukum kepada yang belum paham, kepada para pemancing di air keruh, kepada para pembantu Rekayasa Hukum, Kepada para pengacara tertentu yang asal dapat klien, tanpa peduli Hukum direkayasa (negatif).

Hanya dengan perjuangan terus dan berpegang kepada Hukum dan Undang-undang maka kita akan menang, hanya orang berani yang bisa menang. Kita berani karena benar. Jangan pakai kekerasan.

Ever onward never retreat. Even the road to success seems very long, uphill, many curves and even the fund seems limited, even tired is coming, we only manage to take rest, but not quit.

DON’T QUIT, DON’T QUIT, ALWAYS MOVE FORWARD TO SUCCES. WHO DARES WIN.